Pegawai Pemko Banyak Bolos, BKD Batam Cuek

PNS Pemko Batam saat apel di Enngku Putri. Foto: dok. batampos
PNS Pemko Batam saat apel di Enngku Putri. Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Meskipun libur lebaran hanya sehari, Kamis (24/9), namun banyak pegawai Pemko Batam yang memperpanjang lburnya dengan tidak masuk kerja Jumat (25/9) dan Sabtu (26/9). Namun Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam enggan bertindak.

“Kami tak melakukan sidak. BKD menunggu laporan Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), ” ujar Sekretaris BKD Kota Batam, Alwi AR.

Hingga berita ini diturunkan, Alwi mengaku belum mendapat laporan absensi pegawai dari kepala SKPD. “Direkap dulu, mungkin hari Senin (28/9) laporannya kita terima,” beber Alwi. Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ketahuan mangkir akan dienakan sangsi sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Ada sanksinya, mulai dari teguran lisn hingga pemecatan. Tergantung bobot kesalahannya,”ungkap Alwi.

Anggota Komisi  I DPRD Kota Batam, Lik Khai menilai BKD  malas serta tak bisa mengontrol dan memantau pegawainya. Hanya percaya pada laporan anggota, maupun kepala SKPD nya saja.

“Kalau BKD nya malas, gimana pegawainya.  Mereka (BKD) yang bertanggung jawab atas kedisiplinan pegawai,  tapi ngurus kehadiran pegawai saja tak mampu, gimana mau ngurus masyarakat,” beber Politisi Nasional Demokrat (Nasdem) ini. Karenanya, Lik Khai meminta Wali Kota mengevaluasi kinerja BKD. “Sebab ujung tombak kinerja pegawai berada di BKD,”

Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan, hari kejepit masih banyak pegawai yang tak masuk kerja. “Ada sakit, izin, cuti, hingga tanpa keterangan (bolos),” kata pria yang akrab disapa Ardi. Namun dirinya tak mengetahui persis jumlah pegawai yang tak hadir.

Ardi menjelaskan, setiap pegawai yang tak masuk, baik izin maupun tidak, akan ada potongan insentif. Potongan itu, kata Ardi dibagi beberapa golongan. ” Potongannya rata-rata diatas Rp 80 ribu. Namanya, pemotongan prestasi,” katanya lagi.

Selain potongan prestasi,  sanksi PNS diatur dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN).  Dalam aturan itu, menurut Ardi disebutkan sanksi kepada PNS yang suka bolos. “Untuk yang diberhentikan, memang dia sudah sering absen,” paparnya. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar