Sudah Sebulan Air ATB Ngadat di Kawasan Bengkong

361
Pesona Indonesia
Warga Tanjunguma memandikan anaknya, Sabtu (12/9). Air dari PT Adhya Tirta Batam (ATB), yang mengalir ke wilayah tersebut masih terus macet pada waktu-waktu tertentu sehingga untuk mencukupi kebutuhan terhadap air bersih, warga disana mengakui terpaksa menampung air di  malam hari. f, Iman Wachyudi/ Batam Pos
Warga Tanjunguma memandikan anaknya. Air dari PT Adhya Tirta Batam (ATB), yang mengalir ke wilayah tersebut masih terus macet pada waktu-waktu tertentu sehingga untuk mencukupi kebutuhan terhadap air bersih, warga disana mengakui terpaksa menampung air di malam hari. f, Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Suplai air dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang mengalir ke Perumahan warga Bengkong Otorita, Jalan Mentok, Bengkong, masih terus ngadat. Hal tersebut membuat warga kewalahan untuk mendapatkan air di jam tertentu.

“Sekarang masih mati. Sudah lama seperti ini lebih sebulan,” ujar Ketua RW 09, Bengkong Otorita, Bakri, Jumat (25/9).

Bakri mengatakan, ditempatnya air mulai mati pukul 06.00 WIB, hidup pukul 00.00 WIB.

“Pokonya tiap malam kita bergandang nampung air,” terang Bakri.

Warga juga kesal, pasalnya informasi dari pihak ATB ke warga perihal air mati dalam seminggu hanya dua kalai. Pada kenyataanya setip pagi air terus mati.

“Kita bukan dua kali lagi, tapi tiap hari. Malam hidup itu pun keceil” ungkap Bakri.

Untuk mencukupi kebutuhan keseharian, Bakri mengakui pernah membeli air galon.

“Kadang kalau ketiduran, nggak nampung air, otomatis nggak punya air, jadi terpaksa beli air,” imbungya.

Hal tersebut sudah pernah disampaikan kepihak ATB, namum kondisi air yang mengalir tetap tidak ada perubahan.

“Kita pernah konfirmasi ke kantor ATB. Air jarang masuk tagihan tinggi,”bebernya

Warga mengakui air adalah kebutuhan yang sangat vital, terutama untuk kebutuhan keseharian. Berharap air yang mengalir ke perumahan warga bisa kembai normal.

“Jangan malam hidup pas kita mau tidur. Bisa mempengaruhi fisik kita ketika kerja bisa ngantuk akibat tidur tidak nomor.” pungkas Bakri.

Hal serupa juga kembali dialami oleh warga Perumahan Rhabayu dan Laguna Regency. Air tidak mengalir lagi sudah dua hari, Kamis (24/9) hingga Jumat (25/9).

“Sebelumnya bisa mengalir pada malam hari, tetapi bisa diharapkan untuk menampung, sekarang tidak ada sama sekali,” ujar Rendi. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar