Tabrak Guru Ngaji hingga Tewas, Tiga Polisi di Batam Diperiksa

324
Pesona Indonesia
Motor korban laka tewas yang di tabrak oleh oknum Polisi di Simpang Jam, Sabtu lalu di amankan di Polresta Barelang, Selasa (22/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Motor korban laka tewas yang di tabrak oleh oknum Polisi di Simpang Jam, Sabtu lalu di amankan di Polresta Barelang, Selasa (22/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Polisi akhirnya menindaklanjuti kasus guru ngaji yang ditabrak oknum polisi hingga tewas di Simpang Jam, Baloi. Tiga orang anggota polisi yang mengendarai mobil menerobos lampu merahhingga menabrak sang guru ngaji diperiksa Provost Ops Polresta Barelang.

Direktur Sabhara Polda Kepri, Kombes Anang Sumpena mengatakan sudah menyerahkan kasus kecelakaan maut tersebut ke Unit Lakalantas Polresta Barelang.

“Proses hukum kita serahkan ke bagian lakalantas,” ujar Anang, kemarin (25/9).

Anang menjelaskan tragedi kecelakaan itu saat anggotanya melakukan patroli. Sebelumnya, mobil patroli Ditsabhara Polda Kepri yang dikendarai baru saja mengisi bahan bakar di SPBU Sukajadi.

“Anggota tidak sedang jalan-jalan. Ada sprint patroli,” tegasnya.

Ia juga menegaskan sudah melakukan pemeriksaan urine terhadap para anggota. Hal itu untuk mengetahui apakah oknum tersebut dalam pengaruh alkohol maupun narkotika.

“Semunya kita periksa. Urine dan darah anggota kami negatif narkoba,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Henry Andhar Sibarani mengatakan masih mencari bukti dan saksi dalam kecelakaan maut ini. Ia menegaskan jika terbukti bersalah, oknum polisi tersebut akan diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

“Tidak ada perbedaan dengan masyarakat atau perlakuan khusus. Kita hanya mengungkap kebenaran,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mualim, guru ngaji di pesantren wilayah Patam Lestari, Sekupang, tewas dalam kecelakaan di Simpang Jam, Sabtu (19/9) malam. Mualim yang mengendarai sepeda motor tersebut ditabrak mobil patroli Shabara Polda Kepri yang menerobos lampu merah. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar