Baby Boom, Batam makin Padat

329
Pesona Indonesia

bayibatampos.co.id –  Ada 100 kelahiran setiap hari di Batam.

Ini akan memicu kepadatan penduduk di Batam, yang kini jumlahnya sudah lebih dari 1,3 juta orang.

“Kalau angka kelahiran di Batam, itu setiap hari sampai 100 orang. Ini hampir rata jumlahnya setiap bulan. Bahkan terkadang mau sampai 150 orang,” kata Mardanis Kepala Dinas Kependudukan Pemko Batam, Minggu (27/9).

Mardanis mengatakan angka kelahiran baru ini bisa dilihat dari pengurusan akte lahir untuk usia 0-60 hari di dinas kependudukan dan catatan sipil. Jumlah ini dari tahun-ke tahun meningkat. Mengingat jumlah penduduk di Batam terus meningkat.

Boy, kabid pencatatan sipil Disdukcapil Pemko Batam mengatalan tingginya angka kelahiran di Batam ini dikarenakan banyaknya pasangan muda di Batam. Bisa dilihat dari akte kawin atau surat nikah yang dikeluarkan oleh Disdukcapil.

“Setiap tahun angka kelahiran di Batam terus meningkat. Bagaimana tidak, jumlah ibu usia produktif di Batam juga masih sangat banyak,” katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Batam Nurmadiyah mengatakan tingginya angka kelahiran di Batam karena masih banyaknya wargayang tidak melakukan program Keluarga Berencana (KB).

Padahal, menurut Nurmadiyah program KB akan berdampaklangsung bagi kesejakteraan keluarga. “Banyak yang kita lihat, penghasilan pas-pasan tetapi ada anaknya yang lebih dari empat orang. Bayangkan, dengankehidupan seperti itu harus membiayai anak dengan jumlah banyak,” Katanya.

Ia menghimbau kepada semua keluarga yang ada di Batamuntuk ikut KB demi terciptanya keluarga yang berkualitas. Ia mengaku untuk melakukan KB tidak dipungut biaya sama sekali. Meski masih banyak yang belum, tetapi sudah banyak juga warga yang melakukan program KB.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sudah banyak yang KB dan hasilnya sangat menguntungkan bagi keluarga. Makanya kami harapkan agar warga Batam lainnya ikut KB,” Katanya.

Sementara dinas kesehatan Pemko Batam Candra Rizal tidak mengetahui jumlah persis angka kelahiran di Batam. Tetapi ia mengatakan jumlah kelahiran hidup sangat besar dan rasio kematian ibu saat melahirkan sangat kecil.

“Ini membuktikan bahwa warga dalam melakukan persalinan sudah berpikir modern. Angka kematian kita sangat kecil. Tenaga medis di Batam untuk kelahiran ini memang sudah sangat memadai,” katanya.

Bahkan untuk tingkat nasional, angka kematian ibu melahirkan di Batam ini masih jauh dibandingkan sejumlag daerah di Indonesia. Penanganan yang tepat oleh tenaga medis menjadi kuncinya.

“Sudah jarang kita lihat atau kita dengan yang berobat ke dukun beranak. Bidan dan dokter sudah ada di semua daerah. Ini harus terus kita manfaatkan,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar