Kepri Tuan Rumah Pesparawi 2018

555
Pesona Indonesia
Panitia dan perwakilan Pemprov Kepri, DPRD Kepri saat pelepasan peserta Pesparawi Kepri, Sabtu (12/9). / Foto Dokumen Panitia
Panitia dan perwakilan Pemprov Kepri, DPRD Kepri saat pelepasan peserta Pesparawi Kepri, Sabtu (12/9). / Foto Dokumen Panitia

batampos.co.id РSetelah sebelumnya Gubernur HM Sani dan Wakil Gubernur Soerya Respationo mendukung Kepri menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional 2018, Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana juga tidak mau ketinggalan.  Beliau mendukung sepenuhnya Kepri menjadi tuan rumah Pesparawi Tingkat Nasional XII Tahun 2018 mendatang.

“Kami mendukung sepenuhnya. Kepri layak menjadi tuan rumah Pesparawi tingkat nasional,” ujar Agung Mulyana di sela-sela Audiensi Tim Panitia Pesparawi Nasional Kepri di gedung Daerah, Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Persiapan dan Pengiriman Kontingen Kepri ke Pesparawi XI Nasional ke Pesparawi  XI Nasional, Wirya Putra Silalahi turut serta bersama pimpinan-pimpinan Lembaga Kristen Aras Nasional, yang didampingi Senator anggota DPD RI asal Kepri Jasarmen Purba.

Dalam audiensi tersebut, mereka diterima langsung oleh Sekda Robert Iwan Loriaux, Kabiro Kesra H Tarmizi Tohor, dan Kabiro Humas Heri Mochrizal.

Pesparawi adalah singkatan Pesta Paduan Suara Gerejawi yang memperlombakan berbagai jenis seni suara, seperti paduan suara, vocal group, group band dan bernyanyi solo. Ini yang menjadi ciri khas ibadah penyembahan dalam gereja-gereja Kristen.

“Ini lomba yang diadakan oleh Kementerian Agama, khususnya Dirjen Bimas Kristen, seperti MTQ di kalangan Agama Islam. Pesparawi juga ada di tingkat kabupaten/ kota, provinsi dan nasional. Untuk di tingkat nasional diadakan setiap tiga tahun sekali. Tahun 2009 di adakan di Samarinda Provinsi Kaltim, tahun 2012 diadakan di Kendari Provinsi Sultra, dan di tahun 2015 ini diadakan di Ambon Provinsi Maluku,” ujar Wirya dalam siaran persnya kemarin.

Menurutnya, Kepri memang layak menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional, mengingat Kepri juga sudah pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional, 2014 lalu.

“Ada suatu tradisi tidak tertulis, biasanya yang pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional, provinsi atau kota tersebut yang menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional berikutnya. Ini logis saja, karena biasanya MTQ Nasional pesertanya jauh lebih banyak dari Pesparawi Nasional. Sehingga dari segi akomodasi hotel dan transportasi sudah dianggap siap,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, sebagai gambaran, ketika Kepri menjadi tuan rumah MTQ Nasional di tahun 2014, jumlah seluruh peserta mencapai 12 ribu orang. Sementara Pesparawi Tingkat Nasional 2015 yang berlangsung mulai 2-11 Oktober mendatang di Ambon, diperkirakan akan dihadiri total peserta sebanyak 7 ribu orang.

“Tentu ini menjadi berita baik bagi umat Kristiani dan masyarakat Kepri umumnya, karena selain kita mampu menyelenggarakan even nasional, ini juga menambah daya tarik pariwasata Kepri, meningkatkan ekonomi, serta yang terpenting, ini juga mencerminkan bahwa Kepri telah terjadi kerukunan antar agama yang kondusif,” ujar Wirya.

Ia pun mengharapkan, tim terpadu yang mempresentasikan permintaan ini bisa mampu meyakinkan semua kontingen se-Indonesia, bahwa Kepri memang layak menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional XII tahun 2018 nanti. “Kalimantan Barat sangat berminat sekali. Semoga tim yang dipimpin Ketua DPRD Jumaga Nadeak mampu mempresentasikannya secara maksimal,” ungkapnya. (cha)

Respon Anda?

komentar