Makan Tak hanya Enak tapi juga Sehat

278
Pesona Indonesia

Sosialisasi-Keamanan-Panganbatampos.co.id – Komisi IX DPR RI bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau menggelar kegiatan sosialisasi keamanan pangan di Aula Pusat Informasi Haji (PIH), Minggu (27/9). Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak untuk sadar akan pentingnya mendaftarkan produk kuliner mereka ke BPOM Kepri.

”Belum tentu makanan enak itu sehat. BPOM ini tahu, makanan itu layak dikonsumsi atau tidak,” kata Asman Abnur, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Mendaftarkan produk makanan ke BPOM berarti menjamin keamanan pangan tersebut. Produk makanan yang sudah mengantongi izin sudah pasti layak dikonsumsi. Artinya, tidak akan membahayakan kesehatan.

Ada lima kunci keamanan pangan yang diperkenalkan dalam kegiatan ini. Pertama, menjaga kebersihan. Kedua, memisahkan pangan mentah dan pangan masak. Ketiga, memasak makanan dengan benar. Keempat, menjaga makanan dalam suhu aman. Dan kelima, gunakan air bersih dan bahan baku yang aman.

”Dengan sosialisasi ini kami harapkan, mereka tahu cara produksi yang bagus. Kalau tahu caranya, Insya Allah semua sehat,” tutur Asman lagi.

Selanjutnya, Asman berharap, BPOM memiliki fungsi yang sama dengan lembaga serupa di Amerika dan Singapura. Yakni, dapat mengontrol keamanan produk makanan yang beredar di pasaran. Sehingga tidak ada satupun makanan yang beredar di Kepri yang tidak melalui proses kontrol dari BPOM.

Namun demikian, BPOM Kepri masih memiliki kendala untuk itu. Yakni, anggaran terbatas, personel kurang, dan jumlah laboratorium yang sedikit. Asman mengatakan, pihaknya berniat menaikkan anggaran BPOM sebesar 100 persen. Selain itu, ia juga berniat merancang undang-undang untuk memperkuat BPOM.

”Semua makanan harus berada di bawah kontrol BPOM. Supaya makanan yang masuk itu tidak sembarangan,” ujarnya.

Kepala BPOM Kepri, Setia Murni, menyambut baik hal itu. Ia mengaku siap membantu masyarakat untuk meningkatkan daya saingnya. Yaitu, dengan melakukan perbaikan dan peningkatan mutu produk yang diproduksi di dalam negeri.

”Kami tidak mau ketika MEA, masyarakat malah tertindas. Pendaftaran ini tidak sulit, BPOM siap membantu,” kata Setia Murni.

Kegiatan ini diikuti hingga 500 orang. Mereka berasal dari segala lapisan masyarakat. Mulai dari siswa, mahasiswa, ibu-ibu PKK, juga mereka yang bekerja sebagai pedagang kuliner. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar