Kapolda: Kasus Nia, Chintya, dan Anggi Terlalu Sadis

728
Pesona Indonesia
Nia saat masih SMP. Foto: facebook Nia
Nia saat masih SMP. Foto: facebook Nia
Try Chintya Prasetya foto: istimewa
Try Chintya Prasetya foto: istimewa
Anggi (baju kuning). Foto: dok keluarga Anggi
Anggi (baju kuning). Foto: dok keluarga Anggi

batampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Polisi Arman Depari mengakui, kasus pembunuhan tiga wanita muda di Batam; Nia, Chintya, dan Anggi, terlalu sadis. Hal itu salah satu yang mendorong Polda mengambil alih kasus tersebut, selain memang belum terungkap.

“Kami tidak akan tinggal diam, mudah-mudahan cepat terungkap,” tegasnya.

Karena kasus ini terlalu sadis, Kapolda juga meminta semua pihak agar dapat membangun akhlak dan moral yang baik. Tujuannya supaya kasus seperti di atas tidak terulang kembali.

Seperti diberitakan, Anggi, 17, sales promotion girls (SPG) BCS Mall ditemukan tewas di Bukit Dangas, Sekupang pada 24 Juni 2015. Saat ditemukan, sebagian pakaian Anggi dilucuti namun tidak diperkosa karena haid. Anggi menderita luka tusuk di leher.

Kemudian Try Chintya, pengantin baru yang ditemukan tewas di selokan depan Hotel Vista  pada Sabtu, 8 Juli 2015. Chintya juga tewas dengan kondisi luka tusuk di leher. Suami dan mertua Chintya sempat diperiksa, namun hingga saat ini belum ada kejelasan kasus ini.

Yang terbaru, kasus pembunuhan Dian Milenia (Nia) yang ditemukan tewas di hutan lindung Seiladi  pada  27 September 2015. Nia adalah siswi kelas X4 SMAN 1 Batam. Nia ditemukan dalam kondisi telentang dan sebagian pakaiannya dilucuti pelaku, namun belum bisa dipastikan apakah Nia diperlakukan tidak senonoh sebelum dibunuh.

Nia menderita luka tusuk pada leher kiri dan kanan, luka tusuk di punggung tembus ke dada, dan luka memar di bibir. (ska)

Respon Anda?

komentar