Asap Kiriman Makin Tebal, Kualitas Udara Batam Terus Memburuk

534
Pesona Indonesia
Kabut asap pekat di kawasan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center mengakibatkan banyak kapal parkir, namun masih ada sebagian Kapal yangberoperasi. Selasa, (29/9) Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos
Kabut asap pekat di kawasan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center mengakibatkan banyak kapal parkir, namun masih ada sebagian Kapal yangberoperasi. Selasa, (29/9) Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos

batampos.co.id – Dampak kabut asap kiriman di Batam kian mengkhawatirkan. Selain menganggu kesehatan, juga kembali menganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran. Bahkan, Selasa (29/9), aktivitas pelayaran domestik maupun internasional lumpuh total beberapa jam.

Di Pelabuhan Internasional Batamcenter, misalnya. Semua keberangkatan kapal feri tujuan Singapura dan Malaysia dibatalkan. Kondisi ini membuat ratusan calon penumpang harus menelan kekecewaan.

“Kecewa pasti, tapi demi keselamatan, tak apa-apalah,” ujar Sahrul, calon penumpang feri tujuan Singapura.

Manager Operasional Pelabuhan Internasional Batamcenter, Nika Astaga, membenarkan hal ini. Menurut dia, pembatalan semua jadwal pelayaran feri dari Batam ke Malaysia dan Singapura atas perintah langsung dari Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam. Sebab jarak pandang pelayaran tidak aman akibat tebalnya kabut asap, kemarin.

“Kami hanya mengikuti instruksi,” kata Nika.

Menurut dia, pemberitahuan larangan pelayaran itu diterima Selasa pagi. Ia pun langsung memberitahu semua operator kapal jika pelayaran ditiadakan.

“Untuk refund tiket, itu tergantung operator dan calon penumpang,” jelas Nika

Kepala Kantor Pelabuhan Kelas I Batam, Kapten Gajah Rooseno, membenarkan pihaknya mengeluarkan larangan bagi semua operator kapal untuk berlayar, baik rute domestik maupun internasional.

“Hanya penundaan saja sementara waktu. Batas waktunya belum kami tentukan,” katanya yang dihubungi pukul 14.00 WIB.

Menurut dia, pemberhentian aktivitas pelayaran sementara waktu merujuk pada intruksi Kementrian Perhubungan. Dimana, dampak kabut asap menyebabkan jarak pandang di perairan terganggu. Sehingga untuk mencegah terjadinya kecelakaan dilakukan penundaan pelayaran.

Dijelaskanya, jarak pandang aman untuk pelayaran berkisar 1 mil hingga 2 mil. Sementara kemarin jarak pandang hanya ratusan meter saja.

“Jarak pandang di bawah 1 mil tidak aman. Apalagi cara pengreman kapal beda dengan transportasi darat lainnya. Direm disini, berhentinya bisa ratusan meter kemudian,” jelasnya.

Ia menegaskan akan memberi sanksi kepada pihak yang tetap melakukan aktivitas pelayaran di lautan setelah keluarnya intruksi tersebut. Terutama bagi kapal cepat (feri).

“Jika ada kecelakaan, mereka juga harus menanggung secara pribadi. Karena kami sudah melarang,” tegas Gajah.

Situasi serupa juga terjadi di pelabuhan domestik dan internasional Sekupang. Beberapa jadwal pelayaran domestik, seperti tujuan Karimun, Moro, Tanjungberlian, dan Tanjungbatu, ditunda, kemarin. Ini karena jarak pandang di bawah 500 meter.

“Jarak pandang yang terbatas ini tentunya akan sangat membahayakan keselamatan penumpang,” ujar Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Komarudin.

Ia menambahkan, penundaan ini bukan saja di pelabuhan domestik tetapi juga di pelabuhan-pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Internasional Sekupang. “Kami tunda sampai pukul 12.00 WIB. Kalau tetap tidak memungkinkan, kita umumkan penundaan besok. Itupun kalau cuaca sudah memungkinkan,” lanjutnya.

Gangguan aktivitas pelayaran juga terjadi di Pelabuhan Telagapunggur. Syahbandara Pelabuhan Punggur, Erwin Syafrizal, mengatakan jarak pandang hanya 200 meter saja.

“Bila dipaksakan untuk tetap berlayar, bisa terjadi tabrakan,” ujarnya.

Dari pantauan Erwin, dari Selasa (29/9) pagi hingga pukul 11.30, ada 16 pelayaran kapal feri yang membatalkan jadwal pelayaran. “Ada delapan speedboat juga yang yak tak belayar,” ungkapnya.

Akibatnya, terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Punggur. Kondisi ini nyaris memicu kericuhan. Sebab para calon penumpang dengan berbagai tujuan mulai emosi dengan situasi tersebut.

Suryati, salah satu calon penumpang yang ingin ke Tanjungpinang, mengatakan sudah menungu di pelabuhan sejak pukul 09.00 WIB. Namun hingga menjelang sore, kapal belum juga berangkat.

“Terpaksa menunggu. Padahal ada urusan penting di Tanjungpinang,” pungkasnya.

Kabut asap kembali menyelimuti Bandara Hang Nadim Batam,  Selasa (29/9). Akibatnya, seluruh penerbangan ditunda hingga siang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap kembali menyelimuti Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (29/9). Akibatnya, seluruh penerbangan ditunda hingga siang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kabut asap juga mengacaukan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Setidaknya ada tiga pesawat tujuan Jakarta-Batam yang terpaksa dialihkan (divert) ke Medan karena tebalnya kabut asap di langit Batam, kemarin. Yakni Garuda, Air, dan Citinlink.

Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan hal itu terjadi pada pagi hari saja. Sebab kabut asap begitu pekat menyelimuti Bandara. Saat siang harinya penerbangan kembali lancar dan normal.

“Hanya ke daerah Pekanbaru dan Jambi terjadi pembatalan penerbangan. Ke daerah lainnya sudah ok semua,” ungkapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mencatat pada pukul 07.30 jarak pandang menyentuh angka paling parah dalam sejarah Hang Nadim, yakni 250 meter saja. Lalu naik menjadi 600 meter setelah 30 menit kemudian. Namun masih belum ada pesawat yang terbang dari Hang Nadim, karena jarak pandang aman untuk penerbangan minimal 800 meter.

Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu, menyatakan kabut asap yang menyelimuti Batam yang berasal dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya, tiupan angin diperkirakan masih akan berembus dari selatan dan barat daya ke utara, sehingga membawa asap tersebut ke wilayah Batam dan sekitarnya.

“Karena tekanan udara di bagian utara lebih rendah, maka asap dari selatan bertiup ke utara,” kata Philip, kemarin.

Parahnya, asap tersebut tertiup angin ke arah utara sehingga sebagian wilayah di Kepri bahkan hingga Singapura dan Semenanjung Malaya dibekap asap. Akibatnya, Philip menyambung, pada Selasa (29/9) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, jarak pandang di Batam hanya berada di kisaran 800 meter.

“Kondisi itu membaik saat beranjak siang, dimana pada pukul 10.00 jarak pandang berkisar 1.200-1.500 meter,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan kualitas udara di Batam masuk ketagori Sangat Tidak Sehat pada Selasa (29/9). Itu berdasar data dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Simpang Jam yang grafiknya terus menanjak dari pagi hingga sore kemarin.

“Pagi pukul 06.00, ISPU 160 (tidak sehat, red), tapi sejak pukul 10.00 sampai pukul 15.30 sore ISPU terus di angka 257 atau sangat tidak sehat,” ujar Dendi Purnomo.

Menurut dia, beberapa hal yang mempengaruhi masih fluktuatifnya kualitas udara di Batam antara Sedang, Tidak Sehat dan Sangat Tidak Sehat yakni faktor angin, hujan dan tingkat kelembapan udara. Ia jelaskan, hujan mengurangi kabut asap sekitar 20-30 persen.

“Jadi meskipun habis hujan, kalau arah angin masih bertiup ke arah sini ya masih berasap lagi,” terangnya.

Sedangkan kelembapan udara, ia melanjutkan, berpengaruh pada pekat atau tidaknya asap. Semakin tinggi kelembapan udara, maka massa udara akan semakin mampat yang mengakibatkan asap juga kian pekat. Kondisi itu, berbeda ketika ada cahaya matahari.

“Kalau terkena sinar matahari, udara memuai sehingga konsentrasi asap terpecah,” jelas Dendi.

Karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat mengenakan masker. Terutama, bagi yang harus beraktivitas di luar ruangan dan bagi kalangan anak-anak usia dini maupun kalangan lanjut usia. Pasalnya, kalangan tersebut dinilai riskan terpapar asap yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan.

“Kalau angka (ISPU) antara 200-300, kami sangat merekomendasikan agar menggunakan masker,” pesan Dendi. (she/ska/rng/rna/cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar