Bencana Asap, Pelabuhan Domestik Batam Ramai Penumpang Antar Provinsi

386
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kondisi kabut asap yang melanda Batam mulai beberapa bulan terakhir ternyata tidak semata-mata menjadi bencana, salah satunya menjadi berkah adalah bagi operator kapal Fery Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) tujuan antar provinsi.

Berdasarkan wawancara Batam Pos dengan beberapa operator kapal feri antar provinsi, mereka mengalami kenaikan penumpang hingga dua kali lipat lebih. Salah satunya adalah rute tujuan Batam-Dumai, Batam-Button dan Batam-Kuala Tungkal.

“Kalau lancar dan tidak ada kendala, kita bisa mengakut penuh,” kata penasehat Pelayaran Rakyat (Pelra) Asmadi.

Menurutnya, semenjak kabut asap melanda wilayah sumatera daratan mengakibatkan bandara udara terganggu dan malah ada yang tutup seperti Bandara Sultan Kasim, Pekanbaru. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat lebih memilih alternatif jalur laut.

“Biasanya hanya mengangkut 60 orang sekali jalan. Sekarang bisa mencapai 200 0rang lebih,” lanjutnya.

Operasional Batam Jet, Ani mengaku beberapa rute seperti tujuan Button dan Dumai terus mengalami peningkatan hingga 80 persen. Selain itu, tujuan lainnya yang mengalami peningkatan di PDS ialah tujuan Kuala Tungkal, Jambi.

Rata-rata penumpang yang berangkat disini merupakan mereka yang terlantar dan tidak mendapatkan tiket pesawat. “Dari biasanya kita hanya membawa, 60-70 orang kini bisa mengangkut 150-160 orang lebih,” sebutnya.

Naiknya jumlah penumpang ini, tampaknya tidak berlaku untuk rute dalam provinsi. Misalnya Batam-Tanjungbalai Karimun hingga Moro stabil dan cenderung menurun. “Yang rame itu keluar provinsi,” kata Agus, salah seorang operasional tujuan Karimun.

Meskipin kabut asap sudah menyelimuti jalur trasportasi laut beberapa hari terakhir. Namun Untuk hari ini PDS tidak ada satu pun penundaan jadwal keberangkatan kapal seperti yang terjadi kemarin, dimana ada empat penundaan keberangkatan.

“Saat ini jarak pandang sudah lebih dari 1 mil. Namun begitu, tetap harus lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan penumpang. Hidupkan lampu navigasi dan kurangi kecepatan,” ungkap Syabandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Komaruddin. (rng)

Respon Anda?

komentar