Sabu Hendri Disimpan di Celana Dalam Kekasihnya

571
Pesona Indonesia
Saksi (baju kotak-kotak) memberikan keterangan pada pada sidang kasus Dewi dan Hendri (baju tahanan) pengedaran sabu di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (29/9), Foto: Fitri Hardyanti untuk Batam Pos.
Saksi dari Polisi (baju kotak-kotak) memberikan keterangan pada pada sidang kasus Dewi dan Hendri (baju tahanan) pengedaran sabu di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (29/9), Foto: Fitri Hardyanti untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dua pasangan kekasih, Hendri Simanjuntak dan Dewi, terdakwa pengedar sabu disidangkan kembali di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (29/9) sore. Terdakwa terbukti memakai serta memiliki narkotika jenis sabu seberat 10 gram.

Dengan agenda sidang mendengarkan keterangan saksi, yang menghadirkan dua orang saksi dari pihak kepolisian yakni Johanes dan Tri. Atas permintaan Penasehat Hukum terdakwa Hendri diminta memberikan keterangan terpisah. Saksi Johanes yang pertama memberikan keterangan.

Dari keterangan Johanes, kedua terdakwa ditangkap Senin (24/9) sekitar pukul 09.30 WIB di kos-kosan terdakwa Dewi di Bar Angle lantai dua Nagoya. “Ketika digedor pintu kosan, terdakwa tidak langsung membuka pintunya, sehingga kami mengancam mau mendobrak pintu kos jika belum dibuka-buka juga,” ujarnya.

Setelah dibuka, ditemukan dua orang terdakwa yaitu Hendri dan Dewi. “Namun ketika kamar terdakwa digeledah hanya menemukan timbangan elektrik pocket di bawah kasur terdakwa Dewi,” sebutnya.

Kemudian, karena kurang yakin kedua terdakwa, dibawa menuju kantor polisi untuk diselidiki lebih lanjut. Terbukti, ketika terdakwa Dewi diperiksa oleh Polwan Tri ditemukan dua paket sabu yang ada di celana dalam terdakwa.

“Pas diperiksa, barang buktinya jatuh dari dalam celana dalam terdakwa” kata Tri. Ketika ditanya Sabu itu dapat dari mana, terdakwa Dewi mengaku bahwa barang haram tersebut milik terdakwa Hendri.

“Pengakuan terdakwa ketika ditanyakan, bahwa sabu-sabu tersebut didapat dari Ayu (DPO), yang dibeli seharga Rp 9 juta dengan berat 10 gram dan akan dijual lagi,” papar Johanes.

Ia menambahkan, sebagian dari sabu itu sudah dijual terdakwa karena ketika ditemukan hanya tinggal 6,1 gram.

Usai mendengar keterangan kedua saksi, maka Majelis Hakim yang dipimpin Sarah Louis didampingi Arief Hakim dan Tiwik, akan melanjutkan persidangan pada pekan depan Selasa (6/10), dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Batam. (Fitri Hardiyanti)

Respon Anda?

komentar