Ada Tiga Pria Survei Tempat Malam Hari di Hutan Seiladi Sebelum Mayat Nia Ditemukan

Menyingkap Data dan Fakta Pembunuhan Nia (1)

735
Pesona Indonesia
Foto Dian Milenia Trisna Afiefa yang disebar. foto: dalil harahap / batampos
Foto Dian Milenia Trisna Afiefa yang disebar. foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kasus pembunuhan Dian Milenia Trisna Afifa masih menyisakan misteri. Namun banyak keterangan para saksi yang bisa menyingkap beberapa fakta pebunuhan siswi SMAN 1 Batam itu. Salah satunya, dugaan orang yang terlibat dalam pembunuhan Nia lebih dari satu orang.

Dugaan ini bukan tanpa dasar. Dugaan ini berasal dari Sutriyanto, saksi mata yang pertama kali menemukan mayat Nia di hutan Dam Seiladi,  Ahad (27/9). Dia ketua Komunitas Rumah Pohon (KRP) yang hendak menggelar acara kampanye cinta lingkungan di pinggir waduk  Seiladi, di hari itu. Selain dari KRP, acara juga melibatkan Komunitas Pecinta Alam Politeknik Negeri Batam (K-Pal). Jumlah mereka ada 11 orang.

Sutriyanto menuturkan mereka sudah berada di hutan tersebut sejak Sabtu (26/9). Mereka memasuki hutan pada pukul 14.00 WIB untuk sejumlah persiapan acara. Selain menyiapkan beberapa perlengkapan, mereka juga menyisir hutan untuk membuat jalur baru.

Sebab dalam acara ini mereka mengundang komunitas pecinta alam lainnya juga para siswa untuk bersama-sama membersihkan sampah-sampah plastik di sana. Sembari merilis jingle yang mereka buat untuk kawasan hijau itu.

Pada Sabtu (26/9) pukul 19.00 WIB, mereka memutuskan untuk keluar dari hutan itu. Mereka kembali ke sekretariat KRP di Tiban McDermott untuk beristirahat dan mengambil peralatan-peralatan lainnya. Mereka baru kembali ke hutan Seiladi sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (27/9) dini hari.

Namun saat hendak masuk hutan, mereka berpapasan dengan dua orang pria yang mengaku anggota Buru Sergap (Buser) Polsek Sekupang. Tegur sapa terjadi.

“Mau ngapain di dalam Mas?” tanya salah satu pria tersebut.

“Kami mau ada kegiatan besok, Pak. Ini mau mempersiapkan,” jawab Sutriyanto.

Dalam tanya jawab selanjutnya, dua orang itu menyampaikan kabar ada orang hilang. Mereka kemudian menunjukkan ponselnya. Di dalamnya ada foto seorang pelajar perempuan sedang memegang papan kardus bertuliskan nama ‘Nia’. Katanya, Nia dikabarkan hilang sejak Sabtu (26/9) pagi.

Mereka kemudian bertukar nomor telepon. Dua pria itu meminta supaya Sutriyanto dan rekannya segera menghubungi keduanya jika menemukan Nia di dalam hutan.

Namun, saat Sutriyanto menanyakan nama, pria tersebut berkelit. “Tulis saja Buser Sekupang,” kata Sutriyanto menirukan pria itu.

Sutriyanto dan rekan-rekannya kemudian melanjutkan perjalanan hendak masuk hutan. Saat itulah mereka melewati dua mobil yang terparkir di pinggir jalan. Dua mobil itu merupakan milik dua pria tadi. Di salah satu mobil itu terlihat ada satu pria di belakang kemudi. Sehingga totalnya ada tiga orang pria saat itu.

Tapi, menurut Sutriyanto, tidak ada atribut dari kedua pria itu yang menunjukkan keduanya anggota polisi. Keduanya mengenakan pakaian sipil. Satu memakai kaus, dan satunya lagi mengenakan kemeja kotak-kotak.

Kapolsek Sekupang Kompol Ferry Afrizon yang dikonfirmasi kemarin menyatakan, tidak ada anggotanya yang masuk ke hutan Seiladi melakukan pencarian Nia pada Sabtu malam lalu.

“Semua anggota hari itu menyisir sekitar GOR Sekupang. Tidak ada ke Seiladi. Petunjuk ada di sekitar GOR Sekupang, karena motor korban ditemukan dekat GOR,” katanya. “Anggota kami sampai jam 2 malam di sana (sekitar GOR, red),” kata Ferry.

Kuat dugaan dua pria ini pelaku pembunuh Nia. Meraka masuk ke hutan untuk mencari tempat membuang mayat Nia. Diduga mayat Nia ada di salah satu dari dua mobil kedua orang ini. Satu orang berjaga di mobil memantau situasi. (ceu/she/opi/cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar