Asap Dekati Bahaya, Sekolah Diliburkan

557
Pesona Indonesia
Murid TK Sekolah Yos Sudarso terpaksa memakai masker akibat kabut asap yang makin pekat di Kota Batam, Rabu (30/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Murid TK Sekolah Yos Sudarso terpaksa memakai masker akibat kabut asap yang makin pekat di Kota Batam, Rabu (30/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin akan meliburkan sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) jika kabut asap yang menyelimuti Batam masih pekat seperti beberapa hari terakhir ini. Bahkan, siswa di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) sudah libur mulai Rabu (30/9).

“Itu salah satu hasil rapat Tim Penanggulangan Bencana Daerah, akan jadi rekomendasi dan nanti yang akan memutuskan Wali Kota Batam,” ujar Muslim, Rabu.

Menurut Muslim, meskipun kadar asap berdasar data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) belum mencapai angka 300 atau kadar Berbahaya, namun pihaknya berupaya untuk meminimalisir dampak asap terhadap kesehatan anak-anak. Terlebih, anak-anak PAUD dan TK dinilai masih rentan jika terus-terusan terpapar asap.

“Itu juga berdasarkan masukan dari tim medis, karena meski di bawah 300, tapi kalau terakumulasi (dihirup terus menerus, red) kan bahaya juga,” papar dia.

Meski demikian, Kepala Dinas mengatakan legitimasi aturan tersebut masih menunggu keputusan Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Alasannya, sesuai aturan, pemimpin daerah yang nantinya akan mengumumkan secara resmi terkait keadaan darurat dan langkah-langkah yang harus diambil semua pihak.

“Besok (hari ini) rekomendasi kami sampaikan ke Pak Wali Kota, kalau disetujui, bisa langsung diterapkan,” kata dia.

Kepala Dinas juga mengintruksikan pada seluruh sekolah di Batam agar untuk sementara waktu meniadakan kegiatan olahraga di luar ruangan bagi para siswa, selama kabut asap melanda.

“Kita juga berharap agar orangtua jangan membiarkan anak-anaknya bermain di luar ruangan selama ada kabut ini,” pinta Muslim.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menyatakan cuaca di Batam terpantau berasap sejak dini hari kemarin. Akibatnya, jarak pandang di Batam sempat menurun dari pagi hingga siang hari akibat sergapan asap. Pihak BMKG Hang Nadim Batam Mencatat, jarak pandang rata-rata hanya berkisar 1800 meter.

“Bahkan, pada pukul 13.00 WIB, jarak pandang hanya 1000 meter,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) BMKG Hang Nadim Batam, Tri Agus, kemarin.

Asap yang menyelimuti Batam diindikasi merupakan kiriman dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera, seperti Sumatera Selatan dan Jambi. Parahnya, arah angin dalam beberapa hari terakhir berembus dari wilayah Sumatera ke arah Batam dan Kepri sehingga asap tak kunjung lenyap meski diguyur hujan.

“Untuk saat ini (kemarin), angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam,” ungkapnya.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan tingkat pencemaran udara akibat kabut asap di Kota Batam masih naik-turun (fluktuatif). Data ISPU pada Rabu (30/9) pukul 06.00 WIB tercatat berada di angka 164, pukul 09.00 di angka 122, pukul 10.00 di angka 162, pukul 11.00 kembali melonjak ke angka 249, dan pukul 12.00 serta pukul 13.00 angkanya berada di 257.

“Belum sampai berbahaya, tapi Sangat Tidak Sehat,” kata Dendi.

Terkait langkah yang akan diambil Bapedalda Kota Batam untuk menanggulangi bencana asap tersebut, pihaknya bersama instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam sudah mengeluarkan rekomendasi dan tinggal menunggu pesetujuan Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Salah satunya, meliburkan sekolah dan anjuran dengan sangat untuk mengenakan masker.

“Kita juga terus pantau dan lihat perkembangannya,” ujar dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar