Duka Keluarga Nia, Duka Keluarga Anggi

323
Pesona Indonesia
Anggi (baju kuning). Foto: FB
Anggi (baju kuning). Foto: FB

batampos.co.id – Kasus pembunuhan Nia, siswi SMAN 1 Batam membuka luka lama keluarga Dwiwana Juli Anggi yang juga dibunuh dengan cara serupa di Bukit Dangas, Juli 2015.

Rabu (30/9), delapan orang kerabat Anggi mendatangi Mapolresta Barelang untuk melihat dua terduga pelaku pembunuh Nia yang ditangkap polisi.

“Kami mau mempertanyakan kebenaran penangkapan pelakunya. Pak Dasta (Wakasat Reakrim) belum bisa memastikan,” kata Feri Suwanto, paman Anggi.

Feri mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Anggi. Namun, ia mendesak pihak kepolisian untuk menangkap pelaku yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.

“Yang sudah ya sudah. Tapi untuk ke depannya, apakah akan ada lagi (korban pembunuhan),” tanya Feri.

Ia juga berharap Pemerintah setempat turut berperan dalam mengantisipasi kejahatan di Kota Batam. Seperti pemasangan kamera pengintai CCTv dititik-titik vital.

Menurutnya, dengan adanya kamera CCTv tersebut, dapat mempermudah pemantauan keamanan dan penyelidikan pihak kepolisian.

Dwi Wana Juli Anggi ditemukan tewas di Bukit Dangas, Sekupang, Batam, Rabu (24/6) pagi. Gadis 17 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) popok bayi dui BCS Mall itu tewas dengan luka gorok di lehernya.

Saat ditemukan di semak-semak di pinggir jalan, posisi tubuh korban telentang dengan kaki ditekuk. Tubuh korban setengah telanjang. Jaket warna merah yang dikenakan tersingkap hingga ke atas dada. Sementara celana melorot hingga pergelangan kaki.

Namun Anggi tidak diperkosa. Bisaja jadi karena dalam kondisi haid. Hingga saat ini pembunuh Anggi belum tertangkap. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar