Hajar Polisi Sampai Babak Belur, 21 Anggota Satpol Batam Diamankan

779
Pesona Indonesia
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 21 anggota Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam diamankan di Polresta Barelang hingga Rabu (30/9) sore. Lima di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka  pengeroyokan Al, anggota polisi yang bertugas di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit) Polda Kepri pada Selasa (29/9) sore.

Nama-nama ke-21 anggota Satpol PP yang diamankan, yakni; Hotmananda Hasoloan, Prasetyo, Irwan, Sahat Parlagutan, Salman Alfarisi, Hardi Supriadi Munte, Victor Bronson, Nasikin, Nasip Simamora, Surya Fahri, Sapta Agung Ananda, Sudirman Siahaan, Imran, Ulul Azmi Siregar, Ronal Nduru, Andi Bayu Purbantara, Sahat Turnip, Chandra Roi Silaban, Abdul Karim, Alfin Aulia Nasution dan Dian Setyawan. Tak hanya itu, polisi juga mem-police line mobil lori yang digunakan puluhan Satpol PP itu ke Polresta Barelang.

“Mereka harus bertanggungjawab karena sudah melakukan pengeroyokan,” ujar Kombes Asep Safruddin, Kapoltabes Berelang, Rabu (30/9).

Ia menjelaskan pengeroyokan itu menyebabkan anggota Polri itu mengalami luka di sekujur tubuh. Bahkan hingga kini, korban masih dirawat intensif di rumah sakit. Hal itu disebabkan korban mengalami patah tulang rusuk dan luka berat di bagian kepala.

“Kondisi korban masih dirawat. Mengenai informasi korban geger otak, belum saya terima,” terang Asep.

Menurut dia, hingga sore kemarin pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut. Apakah dalam kejadian ada kesalahan prosedur sehingga terjadinya pengeroyokan. Pihaknya juga sedang mencari tahu penyebab pasti pengeroyokan tersebut.

Asep juga menegaskan tak akan tembang pilih dalam penanganan kasus ini. Meski pada hasil penyelidikan ada indikasi Al melakukan kesalahan.

“Saya tak akan tutup mata. Kalau memang keduanya salah, keduanya akan kita proses sesuai hukum,” bebernya lagi.

Ketika ditanya terkait prosedur penggunaan senjata, Asep menegaskan ada aturannya. Senjata baru bisa digunakan oleh seorang aparat pada saat bertugas.

“Begitu aturannya,” tegas Asep.

Asep berjanji akan memberi sanksi kepada anggota polisi yang asal menggunakan senjata api ditempat umum.

“Dan mengenai penggunaan senjata oleh Al sedang kita dalami. Kalau dia memang salah, pastinya ada sanksi tersendiri,” sebut Asep. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar