Horee…, Izin Mendirikan Bangunan Rumah Murah Diskon 95 Persen

696
Pesona Indonesia
Salah satu contoh perumahan di Batam. Foto: bisnis.batam.com
Salah satu contoh perumahan di Batam. Foto: bisnis.batam.com

batampos.co.id – Pemerintah Propinsi Kepri, REI Batam, dan BP Batam menggelar pertemuan terkait percepatan implementasi program sejuta rumah di kantor BP Batam, Rabu (30/9). Hasilnya, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk rumah murah diskon 95 persen untuk setiap unit rumah. Termasuk untuk memberikan keringanan atas Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Ini sudah diusulkan ke presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg) agar diberikan diskon hingga 95 persen untuk IMB dan BPHTB,” kata Agung Mulyana, Penjabat Gubernur Kepri.

Agung mengatakan dalam membeli unit rumah dalam program sejuta rumah ini hanya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan juga untuk polisi dan TNI. Di mana saat ini pihaknya masih menunggu Instruksi Presiden (Inpres) untuk BPHTB. Sedangkan untuk IMB melalui keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Jadi IMB dan BPHTB yang dibayar nanti, hanya 5 persen dari yang ketentuan. Nanti dijalankan berdasarkan intruksi presiden (Inpres) dan Mendagri,”katanya.

Untuk pembiayaan, sudah ada MoU kementerian Perumahan Rakyat dengan Ketua REI, dan BTN dan BNI. Dalam menyikapi program ini, direncanakan pertemuan Gubernur, Wali Kota dan Bupati se-Sumatera.

“Kita akan meminta dan mensinkronkan dengan kemampuan Pemda. Minta Pemda menyampaikan sampai dimana, kemampuan daerah masing-masing,” jelas Agung.

Termaksud kemampuan pemerintah daerah, membantu PNS, TNI dan Polri, yang berpenghasilan rendah. Dalam pertemuan ini nantinya, akan akan dikaji mengenai kebutuhan warga untuk tipe rumah 21 dan tipe 36.

“Hasil pertemuan dengan kepala daerah ini nantinya akan disampaikan ke pengurus REI. Selanjutnya, kita akan bantu kemudahan regulasi ijin lokasi dan ijin prinsip,” tegasnya.

Ketua REI Batam, Djaja Roeslim mengatakan Batam mendapat jatah rumah MBR sebanyak 5.500 unit. Namun yang terealisasi, baru 2.200 unit. Ia berharap kemudahan yang ditawarkan ini bisa segera direalisasikan oleh pusat.

“Ini akan sangat membantu dan merangsang minat masyarakat untuk memiliki rumah tersebut. Paling tidak ini akan mengurangi penyebaran ruli di Batam,” katanya.

Djaja juga berharap bantuan dari pemerintah pusat, terkait ketersediaan lahan di Batam. Ia juga meminta agar Pemprov Kepri membentuk pokja untuk mendukung program 1 juta rumah, baik di Batam dan kabupaten/kota lain di Kepri. Dimana, REI menjadi salah satu anggota Pokja. Pokja akan menyikapi proses dan birokrasi untuk menjalankan program itu.

“Butuh aturan Pergub atau lainnya. Program ini kami dukung. Ini akan menjadi solusi dalam penataan pemukiman kumuh dan ruli di sekitar kawasan industri dan perumahan,” sambungnya.

Sementara, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanuddin mengatakan, pemerintah kabupaten/kota diminta untuk lebih konsen terhadap program sejuta rumah ini.

“Sehingga realisasi program pemerintah pusat ini, berjalan,” pesannya.

Kepala BP Batam Mustofa Widjaja dalam kesempatan itu menegaskan siap mensupport dan mendukung segala kebijakan dari pusat. Ia juga menegaskan bahwa program untuk sejuta rumah tersebut akan dikaji.

“Intinya semua kebijakan dari pusat akan kita dukung. Masalah ketersedian lahan di Batam masih akan kita lihat dan kita bicarakan,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar