Hutan Seiladi Hanya Tempat Membuang Mayat Nia, Dieksekusi di Tempat Lain

Menyingkap Data dan Fakta Pembunuhan Nia (2)

361
Pesona Indonesia
Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat Nia di hutan Seiladi, Ahad (27/9). Tidak ditemukan percikan darah. Foto: dalil harahap/batampos
Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat Nia di hutan Seiladi, Ahad (27/9). Tidak ditemukan percikan darah. Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Fakta menarik lainnya yang bisa menjadi pintu masuk bagi polisi untuk memburu pembunuh Nia adalah, Nia tidak dibunuh di hutan Sam Seiladi, tapi hanya tempat membuang mayatnya. Nia diduga dieksekusi pelaku di tempat lain, baru dibuang ke hutan tersebut.

Fakta ini bisa dilihat dari mayat Nia di tempat penemuan. Ketua Komunitas Rumah Pohon (KRP), Sutriyanto menuturkan, yang pertama kali menemukan mayat Nia pada Ahad (27/9) pukul 08.15 adalah rekannya di KRP bernama Ajo.

Ajo pagi itu tengah mencari sampah, menemukan jasad Nia. Ia berlari sambil berteriak-teriak. Ia langsung mendatangi dirinya.

“Bang, cepat telepon buser yang itu, Bang! Itu ada mayat bang,” tutur Sutriyanto menirukan Ajo.

Sutriyanto kaget bukan kepalang. Bersama seluruh anggota KRP dan para pendukung acara, ia menuju lokasi yang dimaksud. Benar saja, jasad Nia tergeletak di sana. Gelap dan bengkak.

Ia telanjang, tanpa sehelai benang pun menutupi. Kecuali secarik kertas kecil di atas kemaluannya. Dua luka tusuk nampak jelas. Satu di leher, satu lainnya di dekat perut.

Sebagai orang yang pengalaman di SAR (search and rescue) dan pernah menjadi bagian tim evakuasi mayat saat tsunami di Aceh, di situ Sutriyanto melihat banyak kejanggalan. Bahkan ia bisa menyimpulkan kalau mayat tersebut tak dieksekusi di hutan itu, tapi dibuang setelah dieksekusi.

Fakta itu didasarkan pada area di sekitar korban yang bersih. Tidak ada jejak apapun. Barang-barang berserakan di mana-mana seperti sengaja diletakkan begitu saja.

“Kalau ia (Nia, red) dihabisi di situ, pasti ada jejak kakinya. Masa iya dia tidak meraung-raung? Kakinya tidak menghentak-hentak? Pasti dia merontah-ronta,” tuturnya.

Selain itu, percikan darah mengering di sekitar leher, dada, perut, dan pangkal paha. Warnanya cokelat tua. Darah itu sudah tidak segar lagi. Tidak ada percikan darah di tanah atau sekitarnya. Juga tidak ada genangan darah yang mengering.

Berbeda jika dieksekusi di hutan itu. Pasti ada percikan darah, minimal bekas darah mengering di tanah maupun di dedaunan di sekitar mayat Nia. Semua itu nihil sehingga bisa dipastikan Nia dieksekusi diluar hutan tersebut. (cew/she/opi/cr13)

Respon Anda?

komentar