Ini Jurus Muslihat Oknum Anggota Dewan Batam Mengakali Dana Reses

257
Pesona Indonesia
Marzuki, Sekwan Batam. Foto: Dalil-Harahap/batampos
Marzuki, Sekwan Batam. Foto: Dalil-Harahap/batampos

batampos.co.id – Sejumlah oknum DPRD Kota Batam bersikukuh meminta dana reses dinaikkan. Mereka berdalih biaya reses tinggi.

Namun kondisi itu bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Dalam beberapa kalireses, beberapa anggota dewan menghemat biaya agar kantong mereka tetap berisi. Modusnya, reses kolektif dan menggunakan fasilitas negara.

“Sebenarnya reses dewan itu harus dilakukan orang per orang dan tidak boleh kolektif. Laporannya kan harus masing-masing anggota,” kata Marzuki, Sekretaris DPRD Kota Batam.

Marzuki mengungkapkan anggaran reses yang diberikan ke masing-masing anggota dewan peruntukannya pembelian konsumsi dan menyewa peralatan. Misalnya, kursi, tenda dan sebagainya.

“Kalau kursi itu kan harus disewa. Konsumsi juga dari anggaran itu,” kata Marzuki.

Tetapi Marzuki enggan menyebut siapa saja anggota dewan Batam yang sering melakukan reses secara kolektif. “Saya kurang ingat siapa saja. Tapi ketentuannya memang seperti itu, tak boleh kolektif,” katanya.

Sementara itu, dalam reses masa sidang beberapa bulan lalu, sejumlah anggota dewan membuat reses di kantor kecamatan dan kantor kelurahan. Dapil Batuaji, Sekupang, dan Belakangpadang contohnya. Mereka pernah membuat reses di kantor kecamatan. Saat itu beberapa tokoh masyarakat Batuaji turut diundang.

“Memang dalam reses lalu, dibuat di kantor kita (kecamatan, red). Kursi kita yang menyediakan. Tokoh masyarakat diundang untuk menampung aspirasi dari masyarakat,” kata Rinaldi Pane, Camat Batuaji.

Rinaldi Pane mengaku tidak paham ketentuan reses, khususnya masalah biaya. “Tujuan kita hanya ingin memfasilitasi agar warga bisa menyampaikan keluhan dan keinginannya kepada wakilnya di dewan,” katanya.

Jumlah warga yang hadir saat itu mencapi 500 orang. Padahal dari dapil tersebut ada 12 anggota dewan. Setiap reses anggarannya untuk 75 orang setiap kali pertemuan. Atau seharusnya warga yang datang ke sana hampir 1000 orang.

“Tidaklah, saat itu kami tidak sampai 500 orang. Mungkin itu akal-akalan mereka untuk menghemat anggaran agar ada ke kantong mereka,” kata Manurung, warga sekaligus ketua RW di Putri Tujuh, Batuaji.

Sementara itu, Lik Khai, anggota komisi I DPRD Kota Batam mengatakan bahwa dana reses sebelumnya Rp 30 juta sama sekali tidak mencukupi. “Bagaimana cukup, sekali reses kita beberapa kali melakukan pertemuan, itu tidak akan cukup,” katanya.

Ia menyetujui agar anggaran untuk reses tersebut dinaikkan. Ini juga dilakukan untuk memperbanyak konstituen setiap anggota dewan.

Zainal Abidin, wakil ketua I DPRD Kota Batam juga mengatakan bahwa permintaan reses dari Rp 30 juta menjadi Rp 50,5 Juta merupakan hal yang wajar. Ini upaya untuk menambah jumlah konstituen saat dilakukan reses. Di mana selama ini anggarannya hanya untuk sekitar 75 orang. Tetapi jika ini disahkan, maka akan bisa untuk 125 orang konstituen.

“Jadi sebenarnya bukan ada kenaikan. Karena konstituen kita juga naik. Mungkin dulu hanya sekitar 75 orang tetapi kalau ini disahkan, maka akan bertambah. Tidak hanya yang itu-itu saja konstituenya,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar