Nia Dibunuh Pagi Hari, Dibuang Malam Hari

Menyingkap Data dan Fakta Pembunuhan Nia (3)

440
Pesona Indonesia
Keceriaan Nia (tengah) saat masih hidup. Foto: facebook Nia
Keceriaan Nia (tengah) saat masih hidup bersama teman-temannya. Foto: facebook Nia

batampos.co.id – Fakta lainnya yang bisa menjadi pintu masuk polisi mencari pembunuh Nia, siswi SMAN 1 Batam adalah Nia dibunuh pagi hari dan dibuang malam hari.

Fakta ini bisa dilihat dari kondisi mayat Nia saat ditemukan. Ketua aktivis Komunitas Rumah Pohon (KRP) Sutriyanto yang lebih awal melihat mayat Nia sebelum polisi melihat fakta bahwa kondisi mayat Nia sudah bengkak.

Selain itu, dari bekas luka tusuk di leher dan di dada, percikan darahnya mengering di sekitar leher, dada, perut, dan pangkal paha. Warnanya cokelat tua. Darah itu sudah tidak segar lagi.

“Kalau melihat dari warnanya, saya pikir, darah itu sudah lewat dua belas jam dari waktu eksekusinya,” tutur pria yang pengalaman sebagai anggota tim SAR yang pernah ikut mengevakuasi mayat korban tsunami di Aceh, Pangandaran, tragedi Gunung Gede-Pangrango, serta gempa vulkanik Gunung Merapi dan Gunung Cipurai.

Dari percikan darah yang ditemukan di tubuh Nia,  Sutriyanto memperkirakan, Nia dieksekusi pagi hari beranjak siang. Sebab, darah itu mengering sempurna. Artinya, ada paparan sinar matahari yang cepat mengeringkan darah itu.

“Kalau dia dibunuh malam hari, darahnya tidak akan kering seperti itu,” ujarnya.

Apalagi ditambah dengan kondisi badan yang sudah membengkak itu. Tidak mungkin, ia baru dihabisi malam sebelumnya. “Setidaknya, pada pagi sehari sebelum ditemukan atau Sabtu (26/9) pagi dia dieksekusi,” ujar Sutriyanto.(cew/she/opi/cr13)

Respon Anda?

komentar