Pembalak Kayu di Hutan Batam Ini Divonis Penjara 22 Bulan

355
Pesona Indonesia
Lima pembalak kayu di hutan Batam saat sidang vonis di PN Batam, Rabu (30/9). Foto: Fitri/batampos
Lima pembalak kayu di hutan Batam saat sidang vonis di PN Batam, Rabu (30/9). Foto: Fitri/batampos

batampos.co.id  – Lima orang perusak hutan di Batam divonis penjara 22 bulan. Mereka adalah Freddy Dabukke, Kusnan, Hardi, Haryadi, dan Sardi. Putusan itu lebih ringan 2 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU.

Kelima terdakwa terbukti melanggar pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Masing-masing terdakwa dituntut 2 tahun, tapi diputuskan 1 tahun 10 bulan dan denda Rp 1 miliar subsider penjara 3 bulan,” kata JPU Bani I Ginting yang ditemui usai persidangan, Rabu (30/9) siang.

Terdakwa mulai ditahan Rabu (29/4) lalu oleh pihak Dit Pam BP Batam karena tidak bisa menunjukkan surat izin mengangkut kayu yang selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian Polresta Barelang untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kayu yang mereka bawa beragam jenis, ada kayu bintagur, kelat, terap, pulai dan sendok-sendok, keseluruhannya ada 52 potong,” papar Bani.

Ia melanjutkan, kayu-kayu tersebut diambil para terdakwa dari hutan di daerah Air Dam Duriangkang arah bundaran Bandara Hang Nadim. “Rencananya, kayu itu akan dibawa para terdakwa ke gudang penyimpanan milik Alam yang saat ini masih berstatus DPO,” terangnya.

Majelis Hakim yang memutuskan dalam persidangan tersebut yaitu Syahrial selaku Hakim Ketua, serta Vera Yetti dan Alvian selaku Hakim Anggota. Sesuai amar putusan, masing-masing terdakwa menerima hasil putusan yang dibacakan Majelis Hakim, sementara JPU menyatakan pikir-pikir. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar