Alamak…, Oknum Polisi Ini yang Sediakan Tempat Penyimpanan Tembaga Curian Milik PT Ecogreen

602
Pesona Indonesia
Enam terdakwa yang terlibat perkara pencurian kabel tembaga PT Ecogreen Kabil kembali disidangkan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam,  Kamis (1/10), Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos
Enam terdakwa yang terlibat perkara pencurian kabel tembaga PT Ecogreen Kabil kembali disidangkan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (1/10), Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos

batampos.co.id – Harapan Sembiring, oknum anggota polisi dari Polsek Sagulung yang terlibat dalam pencurian kabel tembaga seberat 920 kilogram di PT Ecogreen Kabil, Batam, ternyata memiliki peran sebagai penyedia tempat tembaga curian itu, sebelum dijual.

Hal ini terungkap dalam persidangan lanjutan  kasus tersebut di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (1/10) sore dengan agenda pemeriksaan para terdakwa.

“Hasil curian itu setelah kami bawa dari Kabil kami simpan di gudangnya Bang Sembiring di kawasan Tanjunguncang,” ujar Florentinus Tarigan, terdakwah lainnya saat memberikan keterangan.

Pernyataan itu dibenarkan Harapan. “Iya, saya sebagai penyedia tempat untuk menyimpan barang curian,” ucapnya.

Selain oknum polisi dan Florentinus Tarigan alias Tinu, terdakwa lainnya yang duduk di kursi pesakitan terkait kasus tersebut adalah Viceroy Hengkasa alias Roy, Togar Sirait, Jon Roy Kennedy Sitepu alias Roy, dan Mistahudin alias M bin Ibnu Hajar. Masing-masingnya punya tugas tersendiri.

Sementara dari pengakuan terdakwa lainnya, yakni Togar Sirait mengatakan sempat terjadi kejar-kejaran antara security dan mereka pada saat membawa barang hasil curian tersebut dari Kabil ke Tanjunguncang.

“Kami bawa barangnya pakai lori dan kejar-keran sama security, tapi saya dan tiga orang lainnya termasuk Bang Sembiring dengan menggunakan mobil lainnya menghalang-halangi security tersebut dan memaksanya agar tidak mengejar terus, akhirnya mereka pun hanya sampai di SP Plaza saja mengejar karena kehilangan jejak,” terangnya.

Atas pemeriksaan para terdakwa, Majelis Hakim yang dipimpin Budiman Sitorus dan didampingi Hakim Anggota Juli Handayani serta Alfian, meminta kepada JPU Barnad untuk bisa membuat tuntutan yang akan dibacakan dalam pekan depan, Kamis (8/10). (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar