Cacat Karena Laka Kerja Tak Boleh Dipecat Perusahaan

344
Pesona Indonesia
Dokter Meta sedang memberikan informasi tentang BPJS di gedung Graha Pena Batamcenter, Kamis (1/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Dokter Deta sedang memberikan informasi tentang BPJS di gedung Graha Pena Batamcenter, Kamis (1/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id -Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meluncurkan layanan baru berupa beasiswa pendidikan dan return to work dalam program JKK (jaminan kecelakaan kerja). Beasiswa pendidikan itu diberikan pada seorang anak peserta yang meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja. Besarnya Rp 12 juta.

Sementara untuk layanan return to work akan diberikan pada peserta yang cacat lantaran kecelakaan kerja. BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan pendampingan kepada peserta itu mulai dari terjadinya kecelakaan hingga peserta itu bisa kembali bekerja.

“Satu syaratnya adalah pekerja ini tidak bisa dikeluarkan oleh perusahaan,” tutur dr Deta, Case Manajer BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nagoya, saat diskusi dengan awak redaksi Batam Pos, Kamis (1/10).

Sekilas, program JKK ini serupa dengan BPJS Kesehatan. Karena melibatkan tenaga medis. Namun, satu yang membedakan kasus itu tergolong kecelakaan adalah apabila kasus itu terjadi ketika seorang peserta bekerja. Perhitungannya dimulai ketika ia melangkah keluar pagar halaman.

“Apakah itu terjatuh di parit, itu sudah tergolong kecelakaan kerja,” katanya lagi.

Maka, peserta itu harus mendatangi trauma centre. BPJS Ketenagakerjaan telah bekerjasama dengan sejumlah klinik dan rumah sakit untuk melayani peserta BPJS yang mengalami kecelakaan. Kemudian, pihak perusahaan akan berkoordinasi case manajer untuk layanan selanjutnya bagi peserta tersebut.

“Yang jelas harus ada luka, baru itu tergolong BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tidak, masuknya ke BPJS Kesehatan,” ujarnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar