Dikti Non-aktifkan Program Studi Profesi Dokter Universitas Batam

1100
Pesona Indonesia
mahasiswa
ilustrasi

batampos.co.id -Kemenristek-Dikti menonaktifkan sejumlah program studi (prodi). Ada dua puluh prodi dari sembilan perguruan tinggi swasta (PTS) di Kepri yang dinonaktifkan.

Enam dari dua puluh prodi yang dinon-aktifkan itu ada di Batam. Yakni,

  • Prodi Profesi Dokter dan Teknik Elektronika dari Universitas Batam (Uniba);
  • Prodi Ekonomi Pembangunan dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika);
  • Prodi Teknik Industri dan Teknik Elektronika dari Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada; dan
  • Prodi Sistem Informasi dari STMIK Putera Batam.

“Di Uniba itu, ada dua prodi terkait kedokteran di Uniba:Prodi Pendidikan dan Profesi Dokter. Yang Pendidikan Dokternya aktif. Tapi yang Profesi tidak,” kata¬†Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X, Genefri, Kamis (1/10).

Penon-aktifan ini, kata Genefri, merupakan sanksi berskala sedang dari Dikti. Ini akibat adanya sejumlah pelanggaran yang dilakukan para PTS. Namun demikian, kampus yang non-aktif bukan berarti kampus abal-abal.

Mereka harus melakukan sejumlah perbaikan untuk mengaktifkan kembali status mereka. Baik status perguruan tinggi maupun status program studi. Perguruan tinggi atau prodi tersebut harus sudah memenuhi persyaratan peraturan penyelenggaraan prodi atau perguruan tinggi yang diberlakukan oleh Ditjen Kelembagaan IptekDikti dan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan secara umum.

Sebelum dinyatakan aktif, Genefri menegaskan perguruan tinggi atau program studi itu tidak boleh menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik baru.

“Khusus bagi perguruan tinggi, mereka juga tidak boleh menyelenggarakan wisuda,” tegasnya.

Prodi atau perguruan tinggi yang non-aktif itu juga tidak akan memperoleh layanan Ditjen Dikti. Baik itu beasiswa, akreditasi, pengurusan NIDN, sertifikasi dosen, hibah penelitian, partisipasi kegiatan Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti lainnya. Serta layanan kelembagaan dari Ditjen Kelembagaan IptekDikti. Juga tidak memperoleh akses terhadap basis data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi untuk pemutakhiran data.

Selain di Kepri, Kemenristek Dikti juga menonaktifkan sejumlah perguruan tinggi di sejumlah wilayah Kopertis X yang mencakup Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepri. Penonaktifan ini berdasarkan surat keputusan nomor 1204/010/KL/2015 yang diterbitkan tertanggal 09 September 2015 lalu.

Untuk wilayah Kopertis x terdapat 22 PTS yang dinonaktifkan. Sebagian besar terdapat di Sumatera Barat (Sumbar), yakni sembilan PTS. Selain itu, Kemenristek Dikti juga menutup kampus di sejumlah daerah di Tanah Air, jumlahnya mencapai 243 perguruan tinggi. (ceu/ian/bpos)

Respon Anda?

komentar