Dikti Non-aktifkan Enam Kampus di Kepri, Empat di Batam

1591
Pesona Indonesia
mahasiswa
ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menonaktifkan enam perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Kepulauan Riau. Empat di antaranya berlokasi di Batam.

Keenam PTS tersebut antara lain

  • Akademi Bahasa Asing Tanjungpinang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Kabupaten Karimun.
  • Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam,
  • Akademi Akuntasi Permata Harapan,
  • Akademi Manajemen Informatika dan Komputer GICI Batam, dan
  • Akademi Bahasa Asing Permata Harapan Batam.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X, Genefri, mengatakan penon-aktifan tersebut menandai adanya beberapa hal yang harus diperbaiki. Kementerian mengacu pada peraturan perundang-undangan terkait pendirian sebuah perguruan tinggi.

“Kami melakukan investigasi. Sistem perkuliahan yang dijalankan memang tidak memenuhi standar perguruan tinggi,” tutur Genefri, Kamis (1/10).

Satu hal yang paling bermasalah adalah jumlah tenaga dosen. Peraturan menghendaki jumlah dosen sebanyak enam orang untuk setiap program studi (prodi). Namun keenam PTS tersebut tak memenuhi persyaratan ini. Bahkan, ada di antara PTS itu yang hanya memiliki dua dosen untuk satu prodi.

Selain itu, model pembelajaran juga menjadi pertimbangan Kemenristek Dikti. Inilah yang terjadi pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Gici. PTS ini memang menerapkan model pembelajaran yang mendekatkan teori perkuliahan dengan kewirausahaan.

“Sayangnya, itu tidak bisa diterima,” kata Genefri lagi.

Namun demikian, dari empat PTS itu, hanya GICI yang menunjukkan niat baik untuk memperbaiki. Mereka kini tengah mempersiapkan berkas-berkas perbaikan. Berkas-berkas itu rencananya akan diantar ke Kementerian, Senin (5/10) depan.

Penon-aktifan ini hanya sementara. Gici harus berbenah supaya statusnya kembali aktif. Kalau PTS yang lain itu memang sudah kami minta ditutup saja,” ujarnya.  (cew/ian/bpos)

Respon Anda?

komentar