Dua WNI Inggris yang Disidang di Batam Terdaftar di International Federation Journalists

326
Pesona Indonesia
Dua Jurnalis Inggris, Niel Richard George Bonner (Kiri) dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser (Kanan) saat mengikuti persidangan dengan agenda keterangan saksi dalam kasus pembuatan film dokumenter tanpa izin yang bertemakan tentang perompakan di daerah Belakang Padang, Batam. Persidangan digelar pada Kamis (1/10)  di Pengadilan Negeri Batam, Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos.
Dua Jurnalis Inggris, Niel Richard George Bonner (Kiri) dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser (Kanan) saat mengikuti persidangan dengan agenda keterangan saksi dalam kasus pembuatan film dokumenter tanpa izin yang bertemakan tentang perompakan di daerah Belakang Padang, Batam. Persidangan digelar pada Kamis (1/10) di Pengadilan Negeri Batam, Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Sikap Kejaksaan Negeri Batam yang tidak mengakui Neil Richard George Bonner dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser, sebagai jurnalis menuai kecaman dari Aliansi Jurnalis Indpenenden (AJI).

Ketua AJI Batam Muhammad Zuhri mengungkapkan, kedua WN Inggris yang ditangkap saat membuat film dokumenter bertema perompakan di selat Malaka itu terdaftar di International Federation Journalists (IFJ) Asia Pasific.

“International Federation Journalists (IFJ) Asia Pasific jelas-jelas mengakui keduanya sebagai jurnalis yang sedang bekerja di Indonesia.  Neil dan Rebecca juga anggota National Union of Journalist, Inggris,” tegas Zuhri, Kamis (1/10).

Seharusnya, kata Zuhri, penegak hukum di Batam tidak perlu memidanakan dan mengkriminalisasi jurnalis yang sedang bekerja.

“Karena itulah, AJI Indonesia dan AJI Batam menolak pengadilan atas Neil dan Rebecca. Memidanakan keduanya adalah melanggar semangat UU Pers 40 tahun 1999,” ujar Zuhri.

Baca Juga: http://batampos.co.id/02-10-2015/ini-pandangan-aliansi-jurnalis-independen-soal-dua-jurnalis-inggris-yang-disidang-di-pn-batam/
http://batampos.co.id/02-10-2015/dua-wn-inggris-pembuat-film-dokumenter-tak-pantas-dipidanakan/
Dalam catatan AJI Indonesia, sebelum kasus Neil dan Rebecca, Pemerintah RI juga menangkap dua jurnalis asal Prancis, Thomas Dandois (40) dan Valentine Bourrat (29) di Wamena, Papua. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran keimigrasian dan akhirnya dideportasi ke Perancis. (nur)

Respon Anda?

komentar