Soal Bentrok Satpol PP dengan Polisi, Kapolres Barelang: Pengeroyokan Itu Tindak Pidana

1243
Pesona Indonesia
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Penetapan tersangka 15 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akibat bentrok dengan anggota polis dari Polda Kepri saat Satpol menggusur tempat cucian mobil orangtuanya, berbuntut panjang. Pihak Satpol PP merasa diperlakukan tidak adil karena mereka melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda), tapi dipolisikan.

Terkait hal ini, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Asep Safruddin menepis tudingan kalau polisi tak adil. Penetapan 15 tersangka anggota Satpol PP karena melakukan penganiayaan terahad anggota polisi saat penggusuran.

“Pengeroyokan itu tindak pidana,” kata Asep.

Namun, jika memang Satpol PP merasa tugasnya menegakkan Perda yang salah satunya penggusuran kios liar dihalang-halangi anggota polisi dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit), Asep menyarankan pihak Satpol PP melaporkan balik polisi yang mengahalangi tersebut.

“KalauĀ  anggota polisi menghalang-halangi tugas Satpol PP, silahkan dilaporkan, itu ada aturannya. Baik ke Propam maupun Polres, kalau disiplin jelas ke Propam Polda Kepri,” ujarĀ  Asep.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan keberadaan Satpol PP Kota Batam sesuai dengan tugas dan fungsinya. Menertibkan bangunan maupun kios liar yang berada di Bufeferzone maupun row jalan yang menjamur di Kota Batam.

Oknum anggota berusaha menghalangi peneriban mengeluarkan tembakan ke udara bahkan menodongkan senjata api (Senpi). Hal tersebut di khawatirkan terulang bila tak disikapi serius.

Jangan sampai keberadaan oknum anggota maupun OKP yang mebekingi kios liar, mengendorkan semangat kesatuan penegak perda ini. Menghambat penertiban kios maupun bangunan liar.

“Kita akan fasilitasi, Satpol PP dan Polresta Barelang untuk mencari jalan keluarnya. Apalagi keduanya satu kesatuan di Tim terpadu,” beber Politisi Gerindra ini. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar