Kapolres Barelang Siap Mundur Jika Tak Berhasil Temukan Pembunuh Nia

294
Pesona Indonesia
Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safruddin memberikan penjelasan  saat berkunjung ke kantor Batam Pos, Kamis (1/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor Batam Pos, Kamis (1/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Asep Safrudin, mengaku masih kesulitan mengungkap kasus pembunuhan Dian Milenia Triesna Afiefa. Namun dia berjanji akan bekerja sampai menemukan pembunuh siswi SMAN 1 Batam itu. Bahkan dia siap mundur dari jabatannya jika gagal.

“Saya bertanggung jawab memberikan perlindungan dan mengungkap kasus ini. Saya siap melepaskan jabatan saya,” kata Asep sambil meletakkan tangan kanannya di pundak saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kota Batam, Kamis (1/10).

Asep mengaku tidak masalah jika polisi dianggap gagal mengungkap kasus ini. Namun dia berharap masyarakat dan media tidak terlalu mendikte dan mendesak polisi untuk bekerja super cepat.

Sebab, kata Asep, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus pembunuhan itu. Termasuk memberi pengertian kepada masyarakat melalui media, bahwa tidak semua kasus bisa diungkap dengan mudah.

“Tapi semua percuma karena masyarakat pasti tanya, hasilnya apa. Saya minta maaf kalau belum bisa memenuhi harapan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Asep mengakui institusinya tak bisa sendirian menciptakan situasi keamanan, maupun mengungkap pelaku kejahatan. Untuk itu pihaknya meminta peran serta seluruh elemen masyarakat, dukungan pemerintah serta DPRD Kota Batam.

Terutama dalam membangun infrastruktur keamanan seperti CCTv yang terintegrasi dengan pihak kepolisian. Ini sesuai amanat Perda CCTv Kota Batam yang disahkan delapan tahun lalu.
“Batam minim CCTv. Terkait hal ini sudah bicara dengan wali kota,” kata Asep.

Keberadaan kamera pemantau, lanjut perwira tiga mawar di pundaknya ini, akan sangat membantu tugas Polisi. Selain itu juga berfungsi sebagai pencegahan tindak kriminalitas. Andai terjadi (tindakan kriminal) akan memudahkan pengungkapannya,” kata Asep.

Dia menyebut, kota besar seperti Surabaya dan Jakarta sudah menggunakan teknologi ini. Bahkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, melakukan terobosan dengan program one touch safety.

Asep menyampaikan, di luar negeri seperti Amsterdam pantauan keamanan cukup dilakukan melalui kamera CCTv. “Di Amsterdam kita tak melihat adanya polisi. Tapi begitu ada kejadian, petugas cepat berada di lokasi kejadian,” ungkap Asep.

Asep menyarankan Pemko Batam serta DPRD membuat regulasi kewajiban memasang CCTv sebelum memberikan IMB kepada pengusaha. Asep mengatakan, pihaknya juga akan bekerjsama dengan pihak swasta, dengan program panic button (tombol panik). Apabila terjadi emergency di titik tertentu seperti toko emas, bank, serta lainnya petugas bisa cepat datang. (hgt/she/cew/opi)

Respon Anda?

komentar