Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safruddin memberikan penjelasan  saat berkunjung ke kantor Batam Pos, Kamis (1/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safruddin memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor Batam Pos, Kamis (1/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Asep Safruddin mengakui institusnya tak bisa sendirian menciptakan situasi keamanan, maupun mengungkap pelaku kejahatan. Pihaknya meminta peran serta seluruh elemen masyarakat, dukungan Pemerintah serta DPRD Kota Batam.

Terutama membangun infrastruktur keamanan seperti CCTV yang terintegrasi dengan pihak keamanan. Sesuai amanat Perda CCTV Kota Batam yang disahkan delapan tahun lalu.

“Batam minim CCTV. Terkait hal ini sudah bicara dengan Wali Kota, kami meminta peran serta dukungan DPRD dan Wali Kota,” ungkap Asep Safruddin dam rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I yang dipimpin langsung Ketua Komisi I Nyanyang Harais Pratamura. Dalam RDP tersebut dihadiri Danlanal Batam, Danyon Marinir 10, Kodim O316 Batam, serta beberapa SKPD.

Keberadaan kamera pemantau lanjut perwira tiga mawar di pundaknya ini akan sangat membantu tugas Polisi. Memudahkan, serta mempercepat pengungkapan suatu kasus. “Juga sebagai pencegahan, minimal orang berfikir untuk berbuat. Andai terjadi (tindakan kriminal) memudahkan pengungkapan,” kata Asep.

Kota besar seperti Surabaya, Jakarta sudah menggunakan teknologi ini. Bahkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, melakukan terobosan dengan program one touch safety.

Namun di Batam yang berdekatan langsung dengan negara tetangga, malah tidak ada.

“Tim IT Bandung, kini sedang memasang di Pekanbaru,” katanya.

Asep menyampaikan, di luar negeri seperti Amsterdam pantauan keamanan cukup dilakukan CCTV. Terkoneksi dengan pihak kemanan, bisa dilihat kapan saja (real time).

“Di Amsterdam kita tak melihat adanya polisi. Tapi begitu ada kejadian, petugas cepat berada di lokasi kejadian,” ungkap Asep.

Pentingnya CCTV, Polri dalam waktu dekat akan memberlakukan pemasangan CCTV di seluruh kantor Polisi, diarahkan ke jalan raya.”Bukan hanya ke tahanan,” katanya.

Asep meminta hal tersebut dilakukan di seluruh kantor pemerintah yang ada di Kota Batam, kantor swasta serta perumahan.

Asep menyarankan Pemko serta DPRD membuat regulasi kewajiban memasang CCTV, sebelum memberikan IMB, pengusaha harus memasang kamera CCTV. Bila hal ini terwujud akan banyak kamera pengawas yang terpasang.

“Selain CCTV yang dibiayai oleh anggaran negara,” katanya. (hgt)

Respon Anda?

komentar