Penderita ISPA Batam Mencapai 5.827 Orang, 50 Persen Anak Dibawah 4 Tahun

328
Pesona Indonesia
Akibat kabut asap yang melanda kota Batam. Siswa-siswi Sekolah Yos Sudarso memakai masker agar tidak terpapar oleh asap tersebut, Rabu (30/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Akibat kabut asap yang melanda kota Batam. Siswa-siswi Sekolah Yos Sudarso memakai masker agar tidak terpapar oleh asap tersebut, Rabu (30/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id  – Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Batam terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam, selama Agustus-September 2015, penderita ISPA meningkat 527 orang.

“Agustus 2015 jumlahnya 5.300 orang, naik menjadi 5.827 orang di bulan September,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2LP) Dinkes kota Batam, Sri Rupiati, Kamis (1/10).

Menurut Sri, jumlah penderita ISPA ini didapat dari laporan 17 puskesmas di Batam. Yang paling menghawatirkan, dari jumlah tersebut hampir 50 persen atau  2.075 penderita anak dibawah usia empat tahun.

Adapun penderita ISPA yang ditangi puskesmas terdiri dari bermacam-macam penyakit seperti batuk dan pilek, penyakit asma, iritasi mata dan kulit yang harus menjalkani rawat jalan dan inap. “Kalau dibiarkan penyakit ini bisa sangat membahayakan,” lanjutnya.

Bukan hanya di Batam saja, lanjut Sri, di kota-kota lain seperti Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Palembang juga mengalami peningkatan penderita ISPA yang cukup signifikan. “Palembang saja, penderitanya meningkat hingga di angka 70 sampai 80 persen,” katanya.

Ia juga menambahkan apabila ini berkelanjutan akan menyebabkan Penyakit Paru-Paru Optruksi  Kronik (PPOK) yaitu kerusakan jaringan paru-paru pada organ tubuh. Karena oksigen yang masuk tidak lancar pada tubuh menyebabkan gejala sesak nafas, lemas.

“Sirkulasi udara yang seharusnya dilakukan diparu-paru tidak berjalan normal. Jadi otak akan kekurangan oksigen. Inilah yang paling kita takuti kalau penyakit ini diderita oleh balita atau anak-anak, mengingat daya tahan tubuh mereka yang lemah,” paparnya.

Guna menetralisirnya kabut asap ini, Sri menghimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker. Banyak minum air putih, susu, buah-buahan, dan vitamin. “Berdasarkan data pukul 09.00 WIB, ISPU Batam naik dari 144 mg/kg menjadi 241 pada pukul 10.00 WIB.

“Peningkatan sangat mendadak, tergantung angin dan hujan. Hanya satu jam saja, ISPU Batam naik hampir 100 mg/kg.  “Jika tidak perlu keluar rumah, jangan keluar dan lindungi anak Anda,” pungkasnya. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar