Penderita ISPA Batam Meningkat Menjadi 5.827

276
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Batam terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam, selama Agustus-September 2015, penderita ISPA meningkat 527 orang, Kamis (1/10).

“Penderita ISPA di Batam tergolong cukup tinggi. Dibanding Agustus 2015 jumlahnya 5.300 orang atau naik menjadi 5.827 orang dibulan September,” Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2LP) Dinkes kota Batam, Sri Rupiati.

Menurut Sri, jumlah penderita ISPA ini didapat dari laporan 17 Puskesmas di Batam. Dan yang paling menghawatirkan, 2.075 penderita merupakan anak dibawah usia empat tahun. Jumlah ini diprediksi akan kembali naik melihat kabut asap tak kunjung membaik.

Adapun penderita ISPA yang ditangi Puskesmas terdiri dari bermacam-macam penyakit seperti batuk dan pilek, penyakit asma, iritasi mata dan kulit yang harus menjalani rawat jalan dan inap.

“Kalau dibiarkan penyakit ini bisa sangat membahayakan,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan apabila ini berkelanjutan akan menyebabkan Penyakit Paru-Paru OptruksiĀ  Kronik (PPOK) yaitu kerusakan jaringan paru-paru pada organ tubuh. Karena oksigen yang masuk tidak lancar pada tubuh menyebabkan gejala sesak nafas, lemas.

“Sirkulasi udara yang seharusnya dilakukan diparu-paru tidak berjalan normal. Jadi otak akan kekurangan oksigen. Inilah yang paling kita takuti kalau penyakit ini diderita oleh balita atau anak-anak, mengingat daya tahan tubuh mereka yang lemah,” paparnya.

Guna menetralisirnya kabut asap ini, Sri menghimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker. Banyak minum air putih, susu, buah-buahan, dan vitamin.

“Berdasarkan data pukul 09.00 WIB, ISPU Batam naik dari 144 mg/kg menjadi 241 pada pukul 10.00 WIB.

“Peningkatan sangat mendadak, tergantung angin dan hujan. Hanya satu jam saja, ISPU Batam naik hampir 100 mg/kg.

“Jika tidak perlu keluar rumah, jangan keluar dan lindungi anak Anda,” pungkasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar