Yuk.., Ke Pameran Industri Inamarine dan Inatronik di Swiss Belhotel Harbour Bay Batam

318
Pesona Indonesia
President Direktur GEM Indonesia, Baki Lee (tengah) bersama Kepala BP Batam Mustofa Widjaja meninjau pameran, Kamis (1/10). Foto: lenni/batampos
President Direktur GEM Indonesia, Baki Lee (tengah) bersama Kepala BP Batam Mustofa Widjaja meninjau pameran, Kamis (1/10). Foto: lenni/batampos

batampos.co.id – PT Global Expo Management Indonesia (GEM Indonesia) kembali mengadakan kegiatan yang bertajuk “Inamarine 2015 Batam & Inatronics 2015 Batam, The Riau Island’s Largest Internasional Show for Marine, Offshore, Welding and Electronic Industry 2015”, kegiatan ini adakan di Swiss Belhotel Harbour Bay, pada Kamis (1/10) sampai Sabtu (3/10).

Pameran ini diikuti oleh 97 perusahaan, dari 7 negara, seperti Yuke, Korea, China, Malaysia, Jepang, Singapura dan Indonesia. Dengan target sekitar 5 ribu pengunjung, dari 12 negara yang diundang seperti Taiwan, Korea, Jepang, India, China, Thailand, Malaysia, Singapura, Filiphina, Vietnam.

President Direktur GEM Indonesia, Baki Lee mengatakan pameran ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya yang pernah diadakan selama satu tahun ini di Batam dengan mengangkat dua topik yakni Inamarine 2015 dan Inatronics 2015 Batam.

“Untuk yang inatronics, merupakan tema yang baru pertama kali di Batam,” imbuh Baki kemarin.

Ia menjelaskan Inamarine mencakup semua komponen perkapalan, teknologi perkapalan, peralatan industri perkapalan, engine untuk perkapalan, safety industri perkapalan, dan alat pendukung perkalapan.

Sedangkan untuk Inatronik merupakan pameran yang biasanya hanya di Jakarta dengan skala lebih besar, yang di ikuti sekitar 1500 perusahaan dari 20 negara dengan memamerkan semua komponen elektronik  dan khusus dunia industri elektronik.

“Untuk di Batam skalanya tidak terlalu besar, mengingat tempatnya tidak memungkinkan,” papar Baki Lee kemarin.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan Batam sebagai pusat perkapalan dan komponen perkapalan dan sebagai perantara pertemuan si pembeli (pengunjung) dengan penjual (para peserta).

“Dan juga memperkenalkan Batam sebagai kota yang berpotensi investasi di Indonesia untuk industri maritim dan elektronik,” paparnya.

Indonesia adalah salah satu dari beberapa negara maju di dunia. Selain itu Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh yang cukup besar di dunia. Salah satu aspek yang meningkat cukup besar adalah elektronik.

Departemen Perindustrian memproyeksikan investasi di industri elektronik dan telekomunikasi tahun ini mencapai Rp 39,4 trililiun. Dalam perkembangan bisnis elektronik manufaktur sehingga sektor supproting harus tumbuh juga dalam lima tahun bahan komponen, perakitan, teknologi elektronik.

“Dan pameran ini adalah tempat yang eksklusif untuk menunjukkan produk terbaik dan inovasi terbaru dari dunia industri,” jelasnya.

Industri perkapalan di Indonesia sebanyak 250, sedangkan Batam merupakan pusat perkapalan terbesar di Asea tercatat sebanyak 100 lebih industri perkapalan, artinya hampir 70 persen industri perkapalan Batam sangat berkontribusi besar.

“Seharusnya kalau idealnya tidak boleh banyak, karena itu industri perkapalan menjadi melemah dan menurun,” papar Baki

Kami percaya pameran ini bisa memperluas bisnis terkait dan untuk memperkenalkan kemajuan industri kelautan dan elektronik teknologi ke Indonesia dan market regional, sebab maritim merupakan ujung tombak dari perekonomian. (cr12/bpos)

Respon Anda?

komentar