Akibat Kabut Asap, Pelajar di Hinterland Diliburkan

383
Pesona Indonesia
Akibat kabut asap kiriman yang melanda Kota Batam beberapa bulan terakhir ini, siswa-siswi yang bersekolah di daerah hinterland Pulau Buluh terpaksa diliburkan sejak, Rabu (29/9), sampai , Sabtu (3/10). Tampak para siswa pulang sekolah menggunakan pompong di perairan Pulau Tunjuk, Batam. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
Akibat kabut asap kiriman yang melanda Kota Batam beberapa bulan terakhir ini, siswa-siswi yang bersekolah di daerah hinterland Pulau Buluh terpaksa diliburkan sejak, Rabu (29/9), sampai , Sabtu (3/10). Tampak para siswa pulang sekolah menggunakan pompong di perairan Pulau Tunjuk, Batam.
Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Akibat kabut asap kiriman yang melanda Kota Batam beberapa bulan terakhir ini, mengakibatkan seluruh siswa-siswi yang bersekolah didaerah hinterland Pulau Buluh, diliburkan sejak dari hari Rabu (29/9), sampai pada, Sabtu (3/10).

Para siswa-siswa yang diliburkan tersebut mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dam MTS. Diketahui, liburkan para anak sekolah tersebut langsung diintruksikan dari Dinas Pendidikan Kepulauan Riau (Kepri) dan Dinas Pendidikan Kota Batam.

Muhammad, salah satu guru SDN 001 Bulang, Pulau Buluh, mengatakan, para pelajar sudah diliburkan dan akan kembali masuk pada, Senin (5/10). Itu disebabkan karena kabut asap tebal kian memprihatinkan.

“Kalau kabut asat masih menggangu, pelajar kembali kita liburkan,” ujar Muhammad, Jumat (2/10).

Muhammad mengakui kabut asap kiriman mengakibatkan jarang pandang sekitar 200 meter. Jadi, anak-anak sekolah yang menaiki pancung untuk menyebrang takut terjadi hal yang tak diinginkan. Apalagi, kapal tagboat dan tongkang sering melewati jembatan Barelang ini.

“Takutnya kapal yang ditumpangi para pelajar terjadi tabrakan dengan pancung yang tumpangi para anak sekolah ini,” ungkapnya.

Selain itu, warga hinterland juga mempertanyakan jika pembagian masker tak menyeluruh dibagikan. Masker tersebut dibagikan hanya untuk kota Batam saja. Padahal, yang terparah dampak kabut asap padahal dipulau-pulau kecil ini.

“Kami belum mendapat masker pasalnya tak pernah ada dikunjungi dan tak pernah sampai kepada warga pulau ini,” keluhnya. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar