Apindo Kepri Tidak Ingin Ada Kenaikan Upah 2016

648
Pesona Indonesia
Cahya, ketua Apindo Kepri. Foto: wijaya satria/batampos
Cahya, ketua Apindo Kepri. Foto: wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Penetapan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) Oktober 2015 sebesar Rp 2.843.308– yang akan menjadi acuan upah minimum kota (UMK) Batam 2016 langsung menuai reaksi penolakan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri. Apindo tak menghendaki adanya kenaikan UMK Batam 2016.

“Kalangan pengusaha tengah terhimpit kesulitan finansial akibat kondisi ekonomi nasional dan global yang masih lesu,” ujar Cahya, ketua Apindo Kepri, Jumat (2/10).

Ia jelaskan, pelemahan rupiah yang diikuti menurunnya daya beli masyarakat dan lesunya ekonomi global menjadi pukulan telak bagi dunia usaha. Mereka harus bertahan dengan kondisi ekonomi yang tak menentu tersebut selama beberapa waktu terakhir.

Karena itu, lanjut Cahya, jika tetap memaksakan UMK naik, ia khawatir kalangan pengusaha tak kuat menanggung beban yang kian berat. Imbasnya, ditakutkan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para karyawannya. (leo/rna)

Respon Anda?

komentar