Hindari Lakalantas dan Kriminal Jalanan, Disdik Batam Larang Siswa Bawa Kendaraan ke Sekolah

454
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengecek kendaraan anak-anak sekolah di Batam yang membawa motor ke sekolah. Foto: dok. tanjungpinangpos
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengecek kendaraan anak-anak sekolah di Batam yang membawa motor ke sekolah. Foto: dok. tanjungpinangpos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam melarang siswa sekolah yang belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) membawa motor sendiri ke sekolah. Hal ini sehubungan dengan tingginya kasus kecelakaan dan kriminal yang kerap menimpa anak sekolah.

“Kami telah mengirim surat kepada seluruh kepala sekolah, baik SMP maupun SMA dan SMK negeri dan swasta, mengenai instruksi larangan membawa kendaraan pribadi saat ke sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin di Sekupang, Jumat (2/10).

Terlebih Lagi bagi anak sekolah mengemudi mobil sebagai sarana transportasi berangkat dan pulang dari sekolah. “Untuk itu kami minta peran serta orang tua dan sekolah untuk mengawasi aktivitas anak agar tidak menggunakan kendaraan ke sekolah,” kata Muslim.

Menurut Muslim, pihak sekolah juga berperan penting dalam mensosialisasikan hal tersebut kepada para orang tua agar tidak membiarkan anaknya mengendarai kendaraan tanpa pendampingan. “Makanya perlu kerjasama semua pihak, baik sekolah dan orang tua,”lanjutnya.

Ketentuan hukum tentan izin mengemudi atau mengendarai kendaraan ini sudah jelas yakni SIM A diberikan kepada yang sudah berusia 17 tahun ke atas, dan SIM C bagi yang sudah berusia 16 tahun ke atas. Peraturannya sudah jelas dan memiliki ketentuan hukum.

Pantauan Batam Pos, pemandangan yang paling mencolok di seputaran SMAN 1 Batam. Hampir rata-rata siswa memakai kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Anak-anak yang tergolong masih usia remaja kelas X jelas belum memiliki SIM, sudah membawa motor sendiri.

“Gak ada yang jemput mas. Kalau bawa sendiri kan bisa langsung pulang,” ujar Wini, salah seorang siswi SMAN 1 Sekupang.

Bahkan saking banyaknya kendaraan para siswa membuat jalan menjadi macet. Ruas jalan semakin sempit dan membuat kesulitan mobil sejenis truk tak bisa melewati. Hal itu berlangsung sudah cukup lama tanpa ada aturan yang membatasi secara tegas dari pihak sekolah.

“Kita sudah peringatkan. Tapi peran yang penting disini juga peran keluarganya,” kata Muslim.

Peran keluarga menjadi yang pertama untuk mengantisipasi kemungkinan buruk bagi anaknya. Seperti halnya, kriminalitas yang bisa saja dengan mudah menimpa anak sekolah. Beberapa solusi pun tengah dikaji oleh pemerintah kota Batam.

“Ada wacana untuk Bus jemputan anak sekolah. Tapi untuk wilayah hinterland. Kalau untuk Mainland belum,” pungkasnya. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar