KHL Batam Rp 2.843.308, Jadi Acuan UMK Batam 2016

3291
Pesona Indonesia
Aksi buruh Batam menuntuk kenaikan upah tahun lalu. Foto: dok. batampos
Aksi buruh Batam menuntuk kenaikan upah tahun lalu. Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Dewan Pengupahan Kota Batam menetapkan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) Oktober 2015 sebesar Rp 2.843.308. Ini merupakan angka final KHL 2015 yang akan dijadikan acuan penetapan upah minimum kota (UMK) Batam 2016.

Dibandingkan bulan sebelumnya, KHL Oktober naik sebesar Rp 32.523 atau 1,9 persen. “Sebelumnya nilai KHL Rp 2.810.785,” kata anggota Dewan Pengupahan Kota Batam dari kalangan akademisi, Lagat Siadari, usai pleno penetapan KHL di Kantor Disnaker Batam, Jumat (2/10).

Lagat mengatakan, pleno penetapan KHL dilakukan setelah tim dewan pengupahan yang terdiri dari pengusaha, perserikatan buruh, Pemko Batam, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan survei di tiga pasar utama di Batam. Yakni Pasar Angsana di Bengkong, Pasar Botania di Batamcentre, dan Pasar Aviari di Batuaji.

Tidak terdapat perbedaan signifikan antara survei pasar kali ini dengan survei untuk penentuan nilai KHL bulan lalu. “Kami sudah survei meliputi penilaian terhadap tujuh indikator, yakni sandang, pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan tabungan,” jelas Lagat.

Menurut Lagat, nilai KHL Oktober seharusnya sudah cukup realistis dengan nilai kebutuhan hidup warga Batam. Apalagi dilihat dari tren tahun-tahun sebelumnya, nilai UMK jauh di atas nilai KHL.

“Contohnya nilai KHL tahun lalu Rp 2,1 juta, tapi nilai UMK nya Rp 2,6 juta,” ujarnya.

Setelah mendapatkan nilai KHL final, Dewan Pengupahan akan mulai melakukan perundingan terkait penentuan nilai UMK pada 13 Oktober mendatang. Rencananya perundingan akan dilakukan sebanyak lima kali.

Menurutnya, tanggal 21 November nanti Dewan Pengupahan harus sudah menyerahkan rekomendasi nilai UMK ke Wali Kota Bata. “Dan paling lambat 40 hari sebelum akhir tahun harus sudah sampai ke tangan gubernur,” jelas Lagat.

Namun, tim Dewan Pengupahan Kota Batam tidak akan menunggu selama itu. “Kami yakin survei kali ini cukup empiris sehingga hasilnya akan cepat diumumkan,” kata Lagat lagi. (leo/rna/bpos)

Respon Anda?

komentar