Mahasiswa STIE GICI Batam Lapor ke Dewan Batam, Hasil Nihil

331
Pesona Indonesia
Rosie, perwakilan mahasiswa STIE GICI Batam saat mengadu ke DPRD Batam beberapa waktu lalu. Foto: batamtv
Rosie, perwakilan mahasiswa STIE GICI Batam saat mengadu ke DPRD Batam beberapa waktu lalu. Foto: batamtv

batampos.co.id – Pembekuan tiga program studi (prodi) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GICI Batam sebenarnya sudah pernah diadukan mahasiswanya ke Komisi IV DPRD Batam pada 18 Mei 2015 lalu.

“Sampai sekarang tidak ada solusi, makanya kami tempuh jaluh hukum,” ujar Rosie Marpaung, perwakilan mahasiswa STIE GICI Batam, Jumat (2/10).

Menurut Rosie, ada tiga prodi di STIE GICI Batam yang dibekukan Kemenristek Dikti. Yakni Prodi Manajemen Bisnis, Manajemen Informatika, dan Manajemen Akuntansi. Dari tiga prodi tersebut terdapat 525 mahasiswa.

“Kami tak mau lagi termakan bujuk rayu manajeman STIE GICI Batam,” katanya.

Selain mahasiswa yang masih aktif, sejumlah alumini STIE GICI Batam juga merasa dirugikan. Sebab hingga saat ini mereka belum menerima ijazah. Padahal, sebagian dari mereka sudah lulus sejak empat tahun silam.

Menanggapi keluhan para mahasiswa ini, pengacara kondang Ampuan Situmeang mengaku akan melakukan pendampingan hukum.  “Ya, semua akan kami lanjutkan sampai ke tingkat yang lebih tinggi,” tutur Ampuan.

Dari surat kuasa yang sudah ditandatangani, para mahasiswa akan menuntut dan meminta pihak STIE GICI Batam menyelesaikan persoalan tersebut dengan tegas. Termasuk membayar ganti rugi kepada para mahasiswanya. (ceu/cr15)

Respon Anda?

komentar