Peduli Asap, Iluni UI Serukan Pakai Masker dan Hidup Sehat

598
Pesona Indonesia
Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Kepri membagikan masker dan membagi kiat-kiat untuk mengantisipasi dampak pencemaran udara bagi kesehatan akibat kabut asap yang melanda Batam di SDN 005 Lubukbaja, Jumat (2/10).  Foto: Ratna Irtatik/ Batam Pos
Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Kepri membagikan masker dan membagi kiat-kiat untuk mengantisipasi dampak pencemaran udara bagi kesehatan akibat kabut asap yang melanda Batam di SDN 005 Lubukbaja, Jumat (2/10).
Foto: Ratna Irtatik/ Batam Pos

batampos.coi.d – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Kepri membagikan masker dan membagi kiat-kiat untuk mengantisipasi dampak pencemaran udara bagi kesehatan akibat kabut asap yang melanda Batam. Mengingat, kabut asap diperkirakan masih akan melanda Batam dalam beberapa waktu ke depan.

“Ini bagian dari kepedulian Iluni UI Kepri, bentuk tanggung jawab moral kita bersama di saat kondisi udara tercemar akibat asap seperti ini,” ujar Ketua Iluni Kepri, Rekaveny Soerya usai mempromosikan upaya preventif sekaligus secara simbolik membagikan masker bagi siswa SDN 005 Lubukbaja, Jumat (2/10).

Selaku ketua Iluni UI Kepri, Rekaveny juga meminta para dokter dan alumni kampus kuning yang berlokasi di Ibukota itu untuk melakukan hal serupa. Yakni, menyerukan ke masyarakat terkait upaya pencegahan agar asap tak berimbas terhadap kesehatan. Seperti, kata ia, memberikan penjelasan untuk berperilaku sehat selama udara Batam tercemar seperti mengkonsumsi buah-buahan, minum susu serta perbanyak minum air putih serta menggunakan masker. Tak hanya itu, pihaknya juga menyerukan agar menghindari polusi udara dengan tetap berada di dalam ruangan seperti di rumah, kantor ataupun sekolah. Selain itu juga makan makanan bergizi dengan pola 4 sehat 5 sempurna.

Hal senada dibenarkan anggota Iluni UI Kepri yang juga Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Sri Rupiati. Menurut dia, kondisi asap Batam diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, kata dia, masih ada titik api yang tersebar di sekitar Kepri mulai dari Sumatera hingga Kalimantan.

“Jadi kita perkirakan asap ini masih akan melanda, karena itu perlu langkah pencegahan, terlebih untuk anak-anak,” terang dia.

Menurut Sri, anak-anak usia di bawah 12 tahun dinilai rentan dengan serbuan kabut asap. Pasalnya, kata penyandang gelar dokter gigi tersebut, tubuh anak-anak rata-rata hanya mampu melawan serbuan asap dalam waktu kira-kira 3 hari. Selebihnya, daya tahan tubuh lambat laun dapat berkurang jika tidak diantisipasi sejak dini. Hal serupa juga dikhawatirkan berdampak pada masyarakat yang berasal dari kalangan dewasa.

“Makanya itu harus pakai masker standar, karena yang mengancam kesehatan bukan hanya ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), tapi juga pneumonia (infeksi pernafasan akut),” bebernya.

Sementara Ketua Panitia, Mulia Rindo Purba mengungkapkan, bahwa kegiatan yang digagas Iluni Ui tersebut dalam rangka menunjukkan kepedulian dari Iluni kepada masyarakat. Mereka menilai, kabut asap yang melanda hampir seluruh bagian dari Indonesia ini tidak mudah untuk dihilangkan namun sebagai langkah cepat, pihaknya berusaha agar tidak berdampak negatif bagi masyarakat.

“Dalam skala nasional, titik api terus muncul dan kita tidak bisa menghilangkan asap, kita hanya bisa mencegah agar tak menjadi penyakit, salah satunya dengan memakai masker,” kata dia.

Karena itu, Iluni UI mengajak bersama-sama masyarakat untuk ikut bersama mencegah dengan ikut menyampaikan bahaya kabut asap akibat pembakaran hutan itu bagi masyarakat lainnya.

“Kita sudah lakukan penyuluhan, seminar bahkan kami akan mengobati jika ada masyarakat yang sudah terkena dampak dari kabut asap. Anggota kita ada yang berprofesi dokter,” kata Rindo.

Pihaknya berharap, kabut asap agar cepat berlalu sehingga udara khususnya di Batam kembali segar dan tidak berbahaya bagi masyarakat.

“Yang terpenting berobat bila dapat gejala batu berkepanjangan disertai sesak nafas, mata perih dan merah. Kami Peduli, mari bekerjasama,” kata dia.

Berdasar pantauan dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Simpang Jam, kualitas udara di Kota Batam mulai membaik setelah tiga hari berturut-turut ISPU berada di level Sangat Tidak Sehat.

“Iya, hujan terus, (karena) hujan besar membuat ISPU turun,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo, kemarin.

Kadar ISPU pada Jumat sore sebesar 114. Meski masih dalam level tidak sehat, relatif membaik ketimbang waktu yang sama pada hari sebelumnya yang mencapai 238. Meski begitu, kualitas udara belum dapat dipastikan terus membaik, tergantung banyaknya titik api kebakaran hutan dan arah angin yang mendorong kabut asap ke Batam.

Dendi berharap, hujan tidak hanya terjadi di Batam, melainkan juga di daerah tempat kebakaran hujan, agar sumber pencemaran udara berkurang.

“Mudah-mudahan di sumber juga hujan,” kata dia.

Secara detil Dendi merinci, saat hujan deras mengguyur Batam pada pukul 5.00 WIB sampai 6.00 WIB kemarin, ISPU sempat menyentuh level sedang di angka 61, dan angka itu terus bergerak naik, pada pukul 7.00 WIB indeks 78, pukul 8.00 WIB indeks 82, pukul 9.00 WIB indeks 91, pukul 10.00 WIB indeks 121. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar