Polisi yang Dianiaya Satpol PP Siap Diproses Hukum

780
Pesona Indonesia
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Pengeroyokan yang dilakukan Satpol PP terhadap oknum anggota Polda Kepri berinisial Al tak hanya menyeret 15 anggota Satpol PP ke proses hukum. Al sendiri menjalani pemeriksaan di Polda Kepri terkait keputusannya mengeluarkan senjata api (senpi) dan melepaskan tembakan ke udara.

Rosiana, ibu Al mengaku anaknya tersebut sudah mengambil langkah dengan benar dengan melepaskan tembakan. Hal itu dilakukan untuk membubarkan anggota Satpol PP yang melakukan penggusuran secara mendadak.

“Anak saya sama sekali tidak salah. Mereka (Satpol PP) langsung menyerang kami juga. Kalau dilaporkan silakan, kita akan jalani proses hukumnya,” kata Rosiana di Mapolresta Barelang, kemarin (2/10) siang.

Menurutnya, penggusuran terhadap lima bangunan miliknya tersebut dilakukan dengan pemberian surat peringatan (SP) mendadak. Surat itu didatangkan dalam waktu bersamaan sebanyak tiga kali.

“Suratnya langsung datang sekali tiga. Bahkan langsung digusur,” tuturnya

Selain itu, penggusuran dinilai tak adil. Padahal, di wilayah tersebut terdapat beberapa bangunan liar dan petugas Satpol PP sama sekali tak melakukan penindakan.

“Kalau mau menggusur jangan saya aja. Semuanya harus digusur,” tegasnya dengan nada tinggi.

Ia menjelaskan saat penggusuran itu terjadi ia bersama Al tengah berada di lokasi bangunan untuk melakukan sosialisasi perdamaian dengan pemilik lahan. Bahkan, ia menduga penggusuran itu ada unsur kerjasama antara pemilik lahan dengan Satpol PP.

“Pasti ada mainnya (Satpol PP dengan pemilik lahan), masak punya saya saja yang digusur,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi mengatakan masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi.

“Proses tetap dilanjutkan termasuk memeriksa saksi-saksi,” kata Yoga. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar