STIE GICI Batam Dibekukan Dikti, 525 Mahasiswanya Resah

570
Pesona Indonesia
Rosie, perwakilan STIE GICI Batam. Foto: istimewa
Rosie, perwakilan STIE GICI Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membekukan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GICI Batam membuat 525 mahasiswanya resah.

Jumat (2/10) kemarin, mereka mendatangi kantor pengacara kondang di Batam, Ampuan Situmeang di Jalan Imam Bonjol Blok J nomor 5 Kampungutama, Nagoya, Lubukbaja. Mereka meminta bantuan hukum terkait penonaktifan tiga program studi (Prodi) di kampus tersebut.

“Bukannya tidak terima atas penutupan itu, tapi ketidakjelasan ini yang membuat kami bingung,” ujar Rosie, salah satu mahasiswa.

Menurut Rosie, ada tiga prodi di STIE GICI Batam yang dibekukan Kemenristek Dikti. Yakni Prodi Manajemen Bisnis, Manajemen Informatika, dan Manajemen Akuntansi. Dari tiga prodi tersebut terdapat 525 mahasiswa.

Sebelumnya, ada enam PTS di Kepri yang dinonaktifkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Yakni, Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam, Akademi Bahasa Asing Permata Harapan Batam, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Gici Batam, dan Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam, Akademi Bahasa Asing Tanjungpinang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun.

Selain itu, Kemenristek-Dikti juga membekukan 20 program studi di sejumlah PTS di Kepri. Enam diantaranya merupakan prodi di tiga PTS di Batam. Yakni prodi Profesi Dokter dan Teknik Elektronika dari Universitas Batam (Uniba), Ekonomi Pembangunan dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Teknik Industri dan Teknik Elektronika dari Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada serta prodi Sistem Informasi dari STMIK Putera Batam.(cew/cr15)

Respon Anda?

komentar