Ternyata, CCTv yang Dipasang Dishub hanya Aksesoris

536
Pesona Indonesia
Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV

batampos.co.id – Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riki Indrakary menilai kamera CCTv  milik Dinas Perhubungan (Dishub) yang dipasang di perempatan lampu merah hanya sekadar aksesoris. Fungsinya hanya untuk lalulintas, tidak untuk memantau situasi keamanan.

“Sering terlambat, malingnya sudah lari baru dibuka (rekamannya), Jadi buat apa?” ujar Riki.

Berbeda dengan CCTv di luar negeri yang terintegrasi dengan sistem keamanan di kota itu. Saat terjadi sesuatu, polisi cepat merespon karna terpantau dari CCTv.

“Kamera pengintai harusnya real time (setiap saat) memantau situasi keamanan. Baik di jalan raya, objek vital, maupun tempat keramaian,” kata Riki.

Rencana induk seperti itu, menurut Riki sudah diatur dalam Perda CCTv tahun 2007 lalu. “Aturan ini harusnya dilaksanakan 24 bulan (dua tahun) setelah disahkan. Namun hingga saat ini belum terealisasi,” ungkapnya lagi.

Padahal Perda CCTv Kota Batam nomor dua setelah DKI Jakarta. “Batam harusnya lebih dulu, namun kalah dengan kota besar lain (surabaya, Bali, Bandung, dan DKI). Mereka sudah maju,” ucapnya lagi.

Riki mengatakan, permintaan anggaran yang diajukan Pemerintah selalu berkutat dengan jaringan fiber optik (FO) yang membutuhkan dana cukup besar.

“Padahal bisa menggunakan wireless, kerjasama dengan GSM, banyak alternatif. Saya kira mau (GSM) bekerjasama,” ungkap Riki lagi.

Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Keamanan Indonesia ( Abujapi ) Kepri, Ichsan mengatakan, pihaknya pernah melakukan survei pada tahun 2007 lalu terkait kebutuhan CCTV di Batam.

“Waktu itu kita membutuhkan 265 titik CCTv. Menggunakan fiber optik anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 40 Miliar,” kata Ichsan.

Tersebar di beberapa zona, mulai dari Zona Batamcentre, Tiban Sekupang, hingga Nongsa. “Survei kita lakukan sendiri, sebagai bukti kecintaan terhadap Kota Batam, mewujudkan situasi aman dan nyaman,” beber pria berambut cepak ini.

Tahun ini, pihaknya lanjut Ichsan belum melakukan survei kembali. Bila melihat pertambahan penduduk serta objek vital di Batam, kebutuhan CCTv dipastikan meningkat. “Perkiraan saya, saat ini butuh sekitar 600 an CCTv,” katanya lagi.

Pemasangan CCTv lanjut Ichsan, harus disertai dengan rencana induk. Bila tidak, hanya menghamburkan annggaran saja. “Karena saya bukan hanya fokus di bidang pengamanan saja, namun juga IT,” tuturnya.

Penggunaan kamera pengintai mutlak diperlukan, seperti yang dilakukan negara maupun kota maju. Salah satu negara di Eropa yang sudah terpsang 6.000 CCTv saja masih kecolongan, ada pelaku pengeboman yang tak terdeteksi. “Apalagi di Batam,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan, Kadishub Kota Batam mengatakan saat ini pihaknya memiliki 12 titik CCTv yang dipasang menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. “Kita hanya mengangarkan dana pendamping saja,” katanya.

Karena anggaran terbatas, pemerintah memprioritaskan di simpang-simpang besar saja. Itupun, sebagian diantaranya belum terkoneksi dengan kabel fiber optik. “Kita lakukan secara manual,”ungkapnya.

Saat ini, seluruh CCtv dalam keadaan baik, karena terus dilakukan perawatan dan di upgrade dengan angaran dari Pemrov Kepri. Membantah peryataan anggotanya yang menyebutkan beberapa simpang rusak.

“Sebelumnya memang sering rusak karena ada pengerjaan proyek,” ungkapnya.

Kamera yang terpasang, bisa menyimpan data hinggga dua minggu.”Setelah dua minggu programnya menghapus sendiri,” kata Zulhendri. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar