Dua Kali Lelang Lelola TPA Punggur Gagal

262
Pesona Indonesia
TPA Punggur. foto: dalil harahap / batampos
TPA Punggur.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Pengelolaan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur oleh pihak swasta kembali gagal. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamana (DKP) Kota Batam, Suleman Nababan membenarkan. Menurutnya, pelelangan kerjasama Pengelolaan Swasta (KPS) sudah dua kali gagal.

Menurut Nababan, sesuai Peraturan Presiden (Pepres) nomor 67 tahun 2015 tentang kerjasama pemerintah dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur minimal harus ada tiga perusahaan perserta yang lolos dalam tender pelelangan.

“Ini sudah kali kedua gagal,” ungkapnya.

Setelah pada lelang pertama 2013 hanya ada satu perusahaan yang memenuhi prakualifikasi administrasi. Lalu, pada lelang ke dua 2014, ada empat perusahan yang berniat mengelolah TPA Punggur khusus untuk pengelolaan teknologi mengubah sampah menjadi energi.

Namun empat perusahaan itu mundur lantaran belum ada jaminan pengembalian modal melalui Peraturan Daerah (Ranperda). Sehingga proses lelang pada tahun itu kembali gagal.

“Sekarang DPRD Kota Batam meminta untuk menunda pengelolaan sampah dengan pihak swasta,” katanya.

Namun demikian, ia mengaku tetap melakukan kordinasi dengan Lembaga Lebijakan Pengadaan Barang (LKPP).

“Kemarin pemerintah bersama LKPP sudah membahas perencanaan persiapan pelelangan tahun 2016, mudah-mudahan sebelum dilelang Ranperda sudah ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Pemko menunjuk pihak swasta yang mengelola sampah di TPA untuk masa 25 tahun. Proses tendernya diikuti investor dari berbagai negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan. Sampah akan diolah menjadi energi melalui pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Energi listrik itu akan dijual ke PLN Batam. Hasil pengelolaan sampah dapat menghasilkan energi 10 mega watt (MW). (rng)

Respon Anda?

komentar