Lima Wartawan Batam Raih Beasiswa Liputan

383
Pesona Indonesia
Peserta workshop BPJS AJI Batam-FES. Foto: istimewa
Peserta workshop jurnalis tentang SJSN yang digelar AJI Batam-FES, Sabtu (3/10). Foto: istimewa

batampos.co.id – Lima peserta workshop jurnalis dengan tema sistem jaminan sosial nasional (SJSN) mendapat beasiswa masing-masing Rp 1,5 juta untuk peliputan terkait isu SJSN. Salah satunya yang mendapatkan beasiswa itu adalah wartawan Batam Pos yakni Suparman. Dimana isu yang diangkatnya yakni “peran pemda dalam penguatan implementasi BPJS kesehatan”

Ketua AJI Batam M Zuhri menjelaskan bahwa lima peserta terbaik tersebut mendapatkan beasiswa setelah para peserta diminta untuk membuat rencana peliputan.

“Kemudian panitia dari AJI Indonesia dan FES menseleksi outline para peserta dan terpilihlah lima peserta terbaik,” kata Zuhri usai acara Workshop yang digelar selama dua hari tersebut, Sabtu (3/10/2015).

Sementara itu Arman, begitulah panggila Suparman mengatakan sangat senang bisa mendapatkan beasiswa liputan BPJS ini. Ia mengatakan ide liputan ini, berasal setelah mengamati fenomena yang terjadi belakangan ini mengenai carut marutnya pelayanan BPJS di Batam.

“BPJS tidak bisa berdiri sendiri, harus ada dukungan pihak lain yakni pemerintah daerah (pemda) dong,” ujarnya.

Ia mengatakan dukungan dari Pemda bisa dari segi fasilitas. Selain itu ia melihat peran pemda juga harus promotif dan preventif, melalui puskemas. “Pencegahan harus diutamakan juga. Puskemas harus jadi pusat kesehatan masyarakat, bukan pusat kesakitan masyarakat,” tuturnya.

Keempat pemenang yang lainnya yakni S Widodo dari media batamtoday.com, Cipta Gemindo dari radio Mercy 88 FM, M Bunga dari Koran Sindo Batam, dan M Sarih dari koran Tribun Batam.

Lima liputan tersebut nantinya akan dipublikasikan di media masing-masing dan akan dipilih di akhir periode program untuk kembali diterbitkan kembali secara nasional melalui website dan jaringan media sosial AJI Indonesia.

Diharapkan tulisan-tulisan tersebut bisa menjadi referensi kalangan jurnalis lainnya yang akan meliput isu jaminan sosial maupun masyarakat umum yang membutuhkan informasinya.

Acara workshop jurnalis tersebut bentuk dari kerjasama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES).(ska)
 

Respon Anda?

komentar