Bus Pekerja dari BPJS Dijadikan Bus Umum

388
Pesona Indonesia
Bus bantuan BPJS untuk buruh terparkir di halaman kantor Dishub Batam di Baloi. Foto: dalil harahap
Bus bantuan BPJS untuk buruh terparkir di halaman kantor Dishub Batam di Baloi. Foto: dalil harahap

batampos.co.id РDinas Perhubungan Kota Batam akan mulai mengoperasikan bus pekerja yang dihibahkan BPJS Ketenagakerjaan. Fungsinya pun dialihkan dari bus pekerja menjadi bus way atau Trans Batam.  Artinya tidak hanya digunakan oleh pekerja tetapi bisa mengangkut penumpang umum dengan harga standar bus way yang sudah ditetapkan.

“Bus itu akan dikelola oleh UPT (unit pelaksana teknis, red) Trans Batam,” ujar Madian, kepala UPT Trans Batam.

Trayek pertama yang akan dibuka adalah Tanjungpiayu-Muka Kuning. “Jadi bukan bus pekerja lagi. Tapi sudah untuk umum seperti busway.”

Menurut Madian, pengoperasian pertama akan dilakukan untuk trayek Tanjungpiayu – Muka Kuning saja. Itu pun hanya empat bus saja. Padahal jumlah bus pekerja dari BPJS itu berjumlah 15 unit.

“Kita akan mulai operasikan bulan ini. Tahap awal akan melayani Tanjungpiayu-Mukakuning. Ongkosnya seperti Trans Batam Rp 4000 per penumpanh sekali jalan,” sebut Madian.

Madian mengatakan pihaknya belum bisa mengoperasikan semua bus karena terbentur anggaran. Anggaran untuk bus tersebut sangat mahal. Apalagi spesifikasi bus tersebut cocoknya untuk bus pariwisata.

“Itu selevel bus pariwisata. Cost-nya itu sangat mahal, ada AC, kursi dan sebagainya. Jauh lebih mahal dari operasional bus pekerja yang ada sekarang,” katanya.

Kemudian nantinya, Dishub akan melakukan kajian untuk membuka trayek baru lainnya. Tentunya melewati daerah yang merupakan kantong-kantong pekerja.

“Kita akan melakukan kajian dulu. Anggarannya juga terbatas di APBD Perubahan. Jadi di APBD tahun depan juga akan dimasukkan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri mengatakan 15 unit Bus Pekerja dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut akan dikelola dan dibuat menjadi bus angkutan umum, layaknya Trans Batam.

“Dari beberapa kali rapat yang sudah kita lakukan bersama dinas tenaga kerja¬† dan perwakilan buruh, kita yang akan mengelola bus tersebut. Pertimbangannya, kita sudah memiliki Unit Pelayanan Teknis. Dan kita sudah pengalaman dalam mengelola seperti trans Batam,” katanya.

Zulhendri mengatakan jika bus tersebut masih diperuntukkan khusus untuk tenaga kerja maka seharusnya pengelolaannya adalah dinas tenaga kerja. Tetapi sejauh ini dinas tenaga kerja tidak memiliki UPT atau unit teknis yang menangani.

“Kalau memang itu untuk tenaga kerja, maka itu tupoksinya adalah di Disnaker. Dishub mengelola angkutan umum. Makanya itu dibuat jadi angkutan umum, tetapi trayeknya akan melalui daerah yang merupakan kantung-kantung buruh,” katanya.

Trayek bus tersebut ada dua yakni Tanjung Uncang-Batam Center-Jodoh dan Tanjungpiayu-Batam Center-Jodoh. Dimana tarifnya sesuai dengan SK Walikota. Untuk Pelajar Rp 2000 dan untuk umum Rp 4000.

“Keliling-keliling pun tetap tarifnya Rp 4000. Ini akan sangat membantu pekerja,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar