Jalan Depan Perumahan PLN Makin Parah

417
Pesona Indonesia
Pengendara sepeda motor melintas di jalan Perumahan PLN, Batam Kota, Minggu (4/10). Akibat jalan rusak, karena pembangunan proyek perumahan disekitaran daerah itu warga yang melintas pun jadi terhirup debu. Foto: Fiska Juanda/ Batam Pos
Pengendara sepeda motor melintas di jalan Perumahan PLN, Batam Kota, Minggu (4/10). Akibat jalan rusak, karena pembangunan proyek perumahan disekitaran daerah itu warga yang melintas pun jadi terhirup debu.
Foto: Fiska Juanda/ Batam Pos

batampos.co.id – Hampir tiga bulan lamanya, pengguna jalan di depan Perumahan PLN, Batamkota, menghirup debu, Akibat jalan rusak, karena pembangunan proyek perumahan disekitaran daerah itu. Namun hingga kini, jalan itu tak kunjung diperbaiki. Sudah beberapa kali masyarakat sekitar memprotes, dengan berbagai cara. Mulai dari penanaman pohon dilubang jalan, hingga penghentian truk-truk yang menyebabkan jalanan itu berlubang. Tapi hal ini tak membuat, hati pemerintah tergerak memperbaiki jalan itu.

“Kami pengendara roda dua, selalu makan debu. Saat lewat jalan ini,” kata salah pengedara motor, Andi, Minggu, (4/10).

Andi yang mengaku tinggal di daerah Cendana dan bekerja di daerah Batam Kota itu. Mengatakan bahwa kondisi jalan seperti ini, sudah berlangsung hampir selama tiga bulan belakangan ini. Ia mengatakan masyarakat sekitaran sini, juga beberapa kali melakukan protes. Namun tak pernah digubris.

“Saya pernah lihat, ada demo gitu. Masyarakat hentikan laju mobil-mobil proyek penyebab rusaknya jalan. Beberapa minggu saja setelah itu, truk-truk kembali melalui jalan ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan sering batuk-batuk, saat melewati jalan ini. “Kemarin saya batuk berkepanjangan, kata dokternya. Akibat menghirup debu. Tapi yah mau gimana lagi, ini akses terdekat menuju ke kantor saya,” ucapnya.

Lain halnya dengan Retno, terpaksa melewati jalan ini setiap harinya. Sebab rumahnya berada disekitaran jalan rusak ini. “Jalan ini akses, keluar masuk ke perumahan saya,” tuturnya.

Bagi Retno, ibu satu anak ini. Terpaksa harus menutup kaca mobilnya seluruhnya. Supaya debu-debu yang ada, tak masuk ke dalam mobilnya. “Ada yang sering menyiram jalan ini, agar tak berdebu. Namun bila diberi air, jalannya jadi licin. Kasian bagi pengedara motor. Saya pernah melihat, ada yang jatuh sendiri akibat jalananya licin,” ungkapnya.

Retno dan Andi, sama-sama memiliki harapan yang sama. Dimana jalan tersebut, cepat diperbaiki. Sehingga masyarakat kembali, menikmati akses jalan yang baik. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar