Ketika Model Kenakan Kain Tenun Melayu dan Batik Gong-gong

795
Pesona Indonesia
Sejumlah model berfose diatas panggung saat audisi Batam International Fashion & Food Festival (BIFF) 2015 di Gedung SPC Batam Center, Minggu (4/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah model berfose diatas panggung saat audisi Batam International Fashion & Food Festival (BIFF) 2015 di Gedung SPC Batam Center, Minggu (4/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Memasuki hari kedua pemilihan audisi para model Batam Internasional Fasion and Food Festival (BIFF) 2015 yang akan digelar (26/11) hingga (29/11). Berlangsung di Gedung Sumatera Convention Centre pihak penyelenggara acara ENC Production akan melibatkan sebanyak 46 model wanita dan 12 model pria untuk event besar ini.

Salah satu juri audisi yang juga show director ENC Production, Adibuana mengatakan kriteria penilaian selama audisi ini, untuk model wanita dengan tinggi 168 cm dan pria 178 cm, mulai dari postur tubuh, fisik dan semua harus ideal.

“Model tahun lalu yang sudah pernah ikut show juga ada ikut tahun karena melihat postur badan yang masih sama dengan tahun lalu, serta diitambah dengan model yang baru,” ujar Adibuana.

Adibuana menambahkan para modeling harus bisa bersikap sesuai dengan busana yang akan digunakannya ditambah dengan make up sebagai penunjang penampilan, serta gaya berjalan yang bagus.

“Setiap model harus bisa berjalan sesuai dengan karakter busana yang mereka kenakan, dan ekpresi yang menarik tentunya,” ujarnya

Semua model akan memparadekan busana yang telah didesain oleh para desainer.Selain itu juga akan ada model dari Jakarta untuk lebih menarik lagi.

Fashion designer asal Jakarta yang dihadirkan sebagai salah satu juri audisi, Erdan menambahkan dalam BIFF ini akan melibatkan 35 desainer dari lokal dan luar negeri, dengan mengangkat tema tenun melayu dan batik gong- gong.Akan ada desainer dari luar Batam, seperti Palembang, Jakarta, Padang, Medan, Pekanbaru, Malaysia dan Singapura sebanyak 25 desainer.

“Sedangkan dari Batam sebanyak 10 orang”, papar Erdan.

Ia mengatakan festival kali ini sengaja mengangkat tema batik gong- gong dan tenun melayu agar daerah lain kenal kalau Batam juga memiliki batik khas, serta tenun melayu yang tidak kalah bagus dibandingkan daerah lain.

“Masing-masing desainer akan memodifikasi bahan yang ada menjadi model yang berbeda, yang biasa dikenal monoton, kini dijadikan karya yang baru agar bisa dikenal di internasional,” ujarnya.

Para desainer bebas memilih model dari desainnya,yang penting, menggunakan bahan tenun melayu dan batik gong-gong. (cr12/bpos)

Respon Anda?

komentar