Soal Kasus Nia, Kapolres Barelang Minta Maaf

312
Pesona Indonesia
Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safruddin) memberikan penjelasan  saat berkunjung ke kantor Batam Pos, Kamis (1/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safruddin) memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor Batam Pos, Kamis (1/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Nia, saat masih hidup. Foto: facebook Nia
Nia, saat masih hidup. Foto: facebook Nia

batampos.co.id – Sosialisasi pentingnya menjaga keamanan sekolah dan menghindarkan anak dari aksi kriminal jalanan, mulai digencarkan kepolisan dari Polres Barelang. Bahkan, Kapolres Barelang Kombes Polisi Asep Safrudin turun langsung ke sekolah-sekolah.

Senin (5/1) pagi, Kapolres turun ke SMAN 1 Batam. Ia di daulat menjadi inspektur upacara pada upacara bendera di sekolah itu. Di kesempatan itu, Kapolres menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya pada seluruh siswa maupun pengajar di SMAN 1 Batam, karena hingga detik ia memimpin upacara itu, belum berhasil menangkap pembunuh Dian Milenia Trisna Afiefa (16) alias Nia, siswi kelas X sekolah tersebut.

“Kami minta maaf, hingga detik ini kasus Nia belum bisa kami ungkap,” kata Asep di hadapan seluruh siswa dan guru SMAN 1 Batam.

Kendati demikian, Asep dan jajarannya akan bekerja keras menangkap pembunuh Nia. Segala upaya sudah dilakukan jajarannya untuk menangkap pelaku. Untuk itu, Asep meminta doa dan dukungan, supaya pelaku bisa segera tertangkap dan diproses hukum.

Kasus Nia, kata Asep, menjadi perhatian serius dia dan jajarannya untuk lebih sering-sering turun ke sekolah, mengenal pihak sekolah dan pelajar. Tujuannya, agar bisa saling bertukar informasi jika ada masalah gangguan keamanan.

Asep juga menekankan pentingnya mawas diri dan menjadi polisi bagi diri sendiri. Harapannya, supaya bisa terhindari aksi kejahatan.

“Kami terus menjaga keamanan dengan terus melakukan patroli setiap pagi, sore, dan malam. Ini komitmen kami menjaga keamanan,” tegas Asep.

Seperti diberitakan, Nia ditemukan tewas di hutan Seiladi, Ahad (27/9) pagi. Nia dinyatakan hilang Sabtu (26/9) malam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin kembali mengingatkan agar pihak sekolah mengecek betul anak didiknya yang layak dan belum layak membawa kendaraan sendiri. Termasuk yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) agar tidak membiarkan membawa motor sendiri ke sekolah.

“Supaya terhindar dari aksi kebuut-kebutan di jalanan dan aksi kriminal,” kata Muslim. (bpos)

Respon Anda?

komentar