Urus KTP di Batam Berbulan-Bulan, Lewat Calo Cepat

482
Pesona Indonesia
Contoh KTP.
Contoh e-KTP.

batampos.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik khai terus menyoroti buruknya pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam. Masyarakat diwajibkan mencatat kependudukan melalui akte kelahiran dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Tapi sulit sekali mengurusnya,” kata Lik Khai.

Politisi Nasional Demokrat (NasDem) iniĀ  mengatakan, Disduk sering beralasan blanko habis hingga rusaknya jaringan internet. “Ini alasan saja, buktinya yang melalui calo bisa dicetak, tak terganggu,” ungkap Lik Khai lagi.

Pengurusan melalui Pegawai, kalah dengan pengurusan melalui calo yang marak di Disdukcapil. “Satu KTP harganya bisa Rp 750 ribu,” ungkapnya.

Menurut Lik Khai, banyak laporan serta sorotan masyarakat terkait buruknya pelayanan Disdukcapil maupun maraknya praktek calo. Sayangnya hingga kini tak ada perbaikan pelayanan. “Ngurus KTP berbulan-bulan tak rampung-rampung,” keluhnya lagi.

Lik Khai mempertanyakan kinerja serta pengawasan dari BKD maupun Inspektorat. “Kalau tidak mampu dicoret saja, ganti dengan yang lain,” ungkap Lik Khai.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam, M Sahir mengakui minimnya pengawasan maupun inspeksi mendadak (Sidak) ke SKPD, khususunya yang berkaitan dengan pelayanan. Dalam setahun, hanya beberapakali Sidak saja.

Dari kegiatan Sidak, khususnya di Disduk Capil pihaknya tak menemukan pimpinan SKPD maupun Kabidnya.”Ini yang kami sayangkan,” ungkapnya.

Terkait buruknya pelayanan, Wakil Wali Kota, Rudi lanjut Sahir sudah memberikan teguran. Disduk mengeluhkan minimnya tenaga ahli, khususnya bidang komputer. “Kita kirim 10 tenaga bidang komputer,” ungkapnya.

BKD mengultimatum Disduk melayani dan mengakomodir keluhan masyarakat dalam jangka waktu yang telah ditentukan. “Kalau masih ada, akan kita periksa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sahir juga mengatakan tambahan honor di Disduk terkadang tak sesui dengan keahlian. “Iajazah formalnya SD, mau melayani mayarakat dengan kondisi saat ini, rasanya kurang pas,” tutupnya.

Sementara itu, Kadisduk Capil Kota Batam, Mardanis tak berhasil dikonfirmasi, beberapakali dihubungi melalui ponselnya tak diangkat. Pesan singkat (SMS) yang dilayangkan kepadanya, tak mendapatkan balasan. (hgt/bpos).

Respon Anda?

komentar