Wawako Batam Cari Tahu sebab Banjir di Batuaji

542
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Setiap hujan deras mengguyur, beberapa titik di wilayah Kota Batam, khususnya di wilayah Batuaji, Sagulung, Seibeduk, dan Sekupang dilanda banjir. Pemicunya adalah perubahan tata guna lahan yang banyak terjadi di kawasan itu.

Misalnya, banjir yang terjadi di depan Perumahan Bambu Kuning Batuaji, simpang Polsek Batuaji, Permata Laguna Marina City Batuaji.

Sementara di Sagulung terjadi di jalan menuju Kantor Camat Sagulung, jalan akses menuju Pelabuhan Sagulung, depan Perumahan Buana Raya II Sagulung.

Sementara itu, di wilayah Sekupang, banjir kerap terjadi di depan Perumahan Jupiter Kelurahan Tanjungriau. Kemudian, terakhir banjir terjadi Kamis (1/10) lalu pukul 17.15 WIB di depan Perumahan Bevin Premiere Kelurahan Tanjungriau.

”Drainasenya banyak yang gak bagus, makanya air keluar ke jalan,” ujar salah satu warga Batuaji, Ardi, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam, Yumasnur, mengatakan penyebab terjadinya banjir di beberapa tempat disinyalir lantaran adanya perubahan tata guna lahan dari lahan kosong dan kini sudah dibangun perumahan. Seperti yang terjadi di depan Perumahan Bevin Premiere.

Yumasnur membantah jika banjir terjadi lantaran sistem drainase yang buruk.

”Lahan kosong yang tadinya dipakai sebagai tempat daerah resapan air menjadi perumahan, ini tentunya akan mengurangi resapan air,” ujar Yumasnur beberapa saat setelah menghadiri gotong royong massal di wilayah Batuaji.

Menurutnya, tidak hanya tanggung jawab pemerintah untuk mengatasi banjir, perlu ada tindakan serentak dari semua pihak terkait, termasuk pengembang.

”Kami bisa saja bangun drainase, tapi perlu koordinasi dengan pemilik lahan juga kan,” katanya.

kil Wali Kota, HM Rudi meninjau longsor di Perumahan Genta 3 Batuaji, Minggu (4/10).
Wakil Wali Kota, HM Rudi meninjau longsor di Perumahan Genta 3 Batuaji, Minggu (4/10).

Untuk itu, dia berharap agar pengembang dalam melaksanakan kegiatan pembangunan agar mempertimbangkan aliran air dengan cara membuat saluran sementara selama proses pembangunan perumahan. Lahan tidak dibiarkan lama kosong dan ditanami kembali pohon setelah digunduli serta perlunya pengembang menyiapkan lahan untuk drainase.

Dia mengatakan, untuk drainase yang berada di perumahan memang sudah menjadi domainnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam, namun yang berada di jalan provinsi maupun jalan nasional merupakan domainnya Kementerian PU serta PU provinsi.

”Kan ada parit primer dan sekunder. Yang primer sudah dikoordinasikan dengan provinsi maupun kementerian, seperti contohnya di Tembesi (depan Masjid Al-Amin, red) dan lahannya dikoordinasikan dengan BP Batam,” ungkapnya.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Batam, Rudi. Rudi mengklaim titik yang menjadi langganan banjir sudah diketahui dan penyebabnya bukan karena sistem drainase, melainkan lahan.

”Saya sudah tahu titik-titiknya (banjir, red) dan ini bukan karena drainase, berbelok sana berbelok sini airnya karena gak ada lahan. Maka dari itu kita harus dudukan,” tutur Rudi.

Dengan demikian, sambungnya Wawako, dia mengatakan ke depan infrastruktur menjadi hal yang penting untuk dituntaskan, tidak terkecuali parit maupun jalan. Dia menambahkan, ada tiga kecamatan yang menjadi prioritas pembangunan yakni Batuaji, Sagulung, serta Seibeduk.

”Ke depan infrastruktur di kelurahan jadi prioritas akan diusahakan selesai dalam waktu tiga tahun. Ini tugas PU dan Tata Kota yang berat dan anggaran terbesar ada di dua instansi ini,” pungkas Rudi.

Sagulung, Batuaji, dan Seibeduk Prioritas

Masyarakat Perumahan Pluto, Taman Cipta Indah, dan Perumahan Yose di Kelurahan Tanjunguncang Kecamatan Batuaji bergotong royong, Minggu (4/10). Sampah-sampah serta rerumputan di fasilitas umum perumahan dibersihkan. Ranting-ranting pohon pun dipotong untuk memberikan kenyamanan bagi lingkungan tempat tinggal.

”Hari ini (kemarin), kami masyarakat Batuaji di empat kelurahan mengadakan gotong royong dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekitar sehingga tercipta lingkungan yang sehat,” kata Camat Batuaji, Rinaldi M Pane.

Warga Kecamatan Batuaji semakin semangat membersihkan lingkungan perumahannya ketika dikunjungi Wakil Wali Kota Batam, Rudi. Bahkan kunjungan singkat tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai keluhan. Warga Perumahan Pluto meminta bantuan pembuatan pagar pada sekeliling lapangan voli.

Sementara itu, warga Perumahan Yose meminta bantuan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam semenisasi jalan di perumahannya. Permintaan ini disampaikan langsung warga dengan mengajak Rudi berkeliling Perumahan Yose untuk melihat kondisi jalan.

Usai meninjau, Rudi meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Tata Kota untuk mencatat semua permintaan warga. Dan ia menyampaikan kepada masyarakat Kecamatan Batuaji pada umumnya bahwa pembangunan infrastruktur tiga tahun ke depan akan diprioritaskan di tiga kecamatan, termasuk Batuaji di dalamnya.

”Tiga kecamatan, Sagulung, Batuaji, dan Seibeduk akan mendapat prioritas. Infrastruktur akan kami (Pemko Batam) selesaikan meski tidak ada permintaan dari Bapak Ibu. Dalam tiga tahun mudah-mudahan seluruhnya selesai. Jadi Bapak Ibu bisa menikmati jalan yang indah seperti masyarakat di Batam lainnya,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur diprioritaskan di tiga kecamatan ini karena di tiga kecamatan tersebut yang masih banyak belum selesai atau terpenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakatnya. ”Diambil jangka waktu tiga tahun karena mudah-mudahan bisa selesai. Jadi nanti anggaran terbesar akan ke Dinas PU dan Tata Kota,” sambungnya.

Saat ini, kata Rudi, tim dari Pemko Batam sedang turun menginventaris kebutuhan pembangunan infrastruktur di tiga kecamatan tersebut. Selain mengumpulkan masukan dari masyarakat melalui lurah dan camat.

Selanjutnya Rudi juga meninjau pembangunan infrastruktur berupa pembanguan gerbang Perumahan Kirana dan selanjutnya melihat drainase yang longsor di Perumahan Genta 3 Batuaji. Rudi langsung membahas penyebab longsor tersebut dan segera meminta camat dan instansi terkait segera memcari solusi perbaikannya.

Kepala Dinas PU Kota Batam, Yumasnur mengatakan tahun ini cukup banyak proyek pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Batuaji. Di antaranya yakni peningkatan jalan SMPN 53 Taman Lestari Batuaji sepanjang 700 meter. Kemudian peningkatan jalan menuju SMPN 26 Batuaji 600 meter, peningkatan jalan Mukakuning Permai II RW 20 Kelurahan Buliang 500 meter, peningkatan jalan Perum Citra Pendawa Asri Batuaji 500 meter, dan peningkatan jalan menuju rusun Tanjunguncang sejauh 300 meter.

”Pembangunan jalan utama dilakukan oleh PU, sementara jalan lingkungan perumahan oleh Dinas Tata Kota. Jadi jangan terlalu khawatir tentang ruas jalan atau infrastruktur yang perlu dibenahi ke depan. Masukan memang diperlukan, di samping program yang sudah dijalankan Pemko,” tambah Yumasnur. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar