Kasus Kekerasan Anak Marak, Saatnya Batam Punya KPPAD

370
Pesona Indonesia
Erry Syahrial, Komisioner KPPAD Kepri. Foto: cecep mulyana/batampos
Erry Syahrial, Komisioner KPPAD Kepri. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial mengatakan pelbagai kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di Batam memerlukan solusi konkrit. Antara lain perlunya segera untuk membentuk KPPAD Kota Batam agar dapat turut mengawasi dan melindungi serta mendampingi anak-anak agar lebih maksimal.

“Dengan jumlah penduduk yang terbanyak di antara kabupaten/kota lain di Kepri, Batam semestinya sudah punya KPPAD sejak dulu,” ujar Erry saat dijumpai di DPRD Kota Batam, Senin (5/10).

Tak hanya dari segi jumlah penduduk, sambung dia, Batam juga tercatat memiliki pelbagai kasus kekerasan terhadap anak. Bahkan, jumlahnya paling banyak dibanding daerah lain se-Kepri.

“Kasus anak di wilayah kita, banyak jadi sorotan pusat, makanya kita juga minta agar Ranperda perlindungan anak segera disahkan,” kata dia.

Lebih lanjut, Erry juga mengkritik pelbagai pihak yang dinilai masih jauh dari harapan dalam memberikan perlindungan dan layanan memadai bagi anak-anak. Mulai dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam, aparat keamanan, hingga minimnya peran swasta untyk turut mewujudkan Batam sebagai kota yang layak bagi anak-anak.

Ia menyebut beberapa hal yang menjadi bahan koreksi, seperti tidak adanya angkutan ramah anak. Tak hanya itu, jalan raya di Batam juga dinilai masih rentan dan menakutkan bagi anak.

“Dari segi kenyamanan, Batam masih belum memadai,” ujarnya.

Begitu juga dalam hal ketersediaan taman bermain. Menurut Erry, Sebagai kota yang menyandang predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat pertama, semestinya Batam dapat mewujudkan fasilitas dan infrstruktur yang dibutuhkan. Jika tak sanggup membuat sendiri akibat terbatasnya anggaran, ia katakan pemerintah bisa menggandeng swasta.

“Kan perusahaan swasta itu ada CSR (Corporate Social Responsibilty), tapi selama ini sinergi itu yang belum terlihat,” jelas dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar