NASA: Bencana Asap Indonesia Catat Rekor Terburuk

754
Pesona Indonesia
Kabut asap tebal kembali menyelimut kawasan Pelabuhan Internasiponal Batam Center, Senin (5/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap tebal kembali menyelimut kawasan Pelabuhan Internasiponal Batam Center, Senin (5/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kebakaran hutan yang terus terjadi di Sumatera dan Kalimantan mengundang perhatian Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Berdasar data dari satelit pemantau cuacanya, NASA memprediksi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia mencatat rekor terburuk jika musim panas terus berlanjut.

Parahnya, kabut asap tidak hanya menjadi masalah Indonesia, namun juga telah menyebar ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. “Kondisi di Singapura dan wilayah timur Sumatera mendekati kondisi pada 1997,” kata Robert Field, seorang ilmuwan NASA, Senin (5/10).

“Jika ramalan musim panas yang lebih panjang terbukti, 2015 akan masuk ranking salah satu kejadian paling parah.”

Sistem cuaca El Nino membuat kondisi di Indonesia lebih kering daripada biasanya. Lembaga Global Fire Emissions yang merupakan bagian dari NASA memperkirakan, 600 juta ton gas rumah kaca telah dilepas akibat kebakaran hutan di Indonesia tahun ini. Jumlah itu kurang lebih setara dengan output tahunan gas yang dilepas Jerman. (jpgroup)

Respon Anda?

komentar