CCTv Toko Emas Yang Dibobol Maling Merekam Cahaya Lampu dan Orang Berjalan

528
Pesona Indonesia
Polisi dari Inafis Polresta Barelang  melakukan olah TKP toko mas Prima Cantik di Pasar Fanindo Tanjunguncang, Batuaji, Senin (5/10). Foto: Dalil harahap/Batam Pos
Polisi dari Inafis Polresta Barelang melakukan olah TKP toko mas Prima Cantik di Pasar Fanindo Tanjunguncang, Batuaji, Senin (5/10). Foto: Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Close Circuit Television (CCTv) milik toko emas Prima cantik yang dibobol maling di Plaza Fanindo Blok C1 Nomor 2, Senin (5/10/2015) ternyata hanya merekam sorotan lampu kendaraan dan orang berjalan di depan toko. Minimnya informasi yang terekam CCTv menyulitkan polisi mengungkap siapa pelakunya.

“Hanya lampu saja, kendaraan gak nampak. Sama orang lewat sekali sambil nelpon,” ujar pemilik toko emas Cahaya, Refli.

Lampu kendaraan tersebut terekam Senin (5/10) pukul 03.00 WIB sementara pria yang jalan di depan toko terekam pukul 04.31 WIB. Salinan CCTv tersebut kini telah diambil pihak kepolisian.

Akibat kejadian tersebut kini pihaknya lebih berhati-hati. Tidak hanya Refli, beberapa toko emas maupun perak yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) juga semakin berhati-hati.

“Setelah dibobol, tiap malam kami datang cek kembali toko kami,” katanya.

Hal serupa disampaikan penjual emas lain. “Jadi takut juga sih,” ujar penjaga toko Cantik, Ade yang berlokasi usaha di Blok C1 Nomor 2B yang hanya dibatasi satu toko perhiasan lain dengan toko emas Cantik Prima.

Ade mengatakan, CCTv yang terpasang di tempatnya tidak menjangkau toko emas Cantik Prima, sehingga kejadian hampir tidak terekam. Apalagi kejadian pembobolan tersebut terjadi melalui pintu depan sementara tokonya berada di bagian dalam Plaza.

Beberapa toko perhiasan lain yang ada di sekitar TKP juga tidak memiliki CCTv. Hanya toko emas saja yang memiliki CCTv selain toko emas Cantik Prima yang dibobol brangkasnya.

“Kami cuma jual perak bukan emas, jadi tak pakai CCTv,” ujar penjaga toko, Farhan Silver.

Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Iya, masih dalam penyelidikan,” ujarnya. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar